Showing posts with label 1slots. Show all posts
Showing posts with label 1slots. Show all posts

Tuesday, March 7, 2023

PRIA PALING TANGGUH DAN TAHAN BANTING

FAKTA SATUSLOTS TENTANG PRIA PALING TANGGUH


 Ada seorang pria di mahjong Kanada yang terkenal dengan sebutan "Mad Trapper". Dia dikenal sebagai orang yang sangat tangguh dengan daya tahan tubuh luar biasa. Dia berselisih dengan suku asli Kanada karena masalah jalur perangkap mahjong, sampai polisi turun tangan menyelesaikannya.

Si Mad Trapper, yang juga dikenal dengan nama Albert Johnson (bukan nama asli), saat polisi datang, malah menghujani mereka dengan peluru. Baku tembak jackpot pun terjadi dan seorang polisi terluka. Johnson berhasil lolos dan kabur ke lereng bukit dekat sungai.

Setelah beberapa hari, di sana dia diserang oleh hampir selusin polisi satuslots dengan senapan - Johnson mampu bertahan, menembak balik, bahkan berhasil membunuh satu polisi dan kembali melarikan diri ke dalam kegelapan malam.

Bahkan ketika gubuknya diledakkan dengan dinamit, Johnson tidak menyerah. Dia terus menembaki musuh-musuh scatternya. Dengan melarikan diri ke dalam kegelapan, dia berhasil menghindari polisi selama berminggu-minggu. Polisi sampai menggunakan pesawat terbang scatter, mengerahkan sekitar 200 anjing pemburu serta menyewa kelompok-kelompok pribumi lainnya untuk melacak pria itu. Dia berhasil menghindari semuanya dengan bergerak cepat mengikuti jejak rusa kutub satuslots. Keahlian kamuflase dan daya tahan tubuhnya yang luar biasa di tengah tebalnya salju musim dingin satuslots di gunung mengalahkan orang-orang paling tangguh sekalipun.

Dia menutupi jejaknya dengan baik, hampir tidak pernah makan, dan bahkan sambil membawa perahu di punggungnya mendaki gunung yang curam selama berhari-hari. Bahkan ketika para penerbang Perang Dunia I mencari buronan ini, mereka tidak dapat menemukannya. Selama pengejaran jackpot, dia tidak pernah berbicara sepatah kata pun - satu-satunya suara yang dia keluarkan adalah suara tawa saat dia menembak dan membunuh salah satu polisi satuslots dengan senapannya.

Satu-satunya foto yang diketahui tentang penjebak gila yang diambil setelah kematiannya.

Menjelang akhir pencarian, saat mereka akhirnya hampir menemukan target mereka, si Mad Trapper ini nekat melintasi pegunungan mahjong di tengah badai salju. Konon, menurut penduduk asli setempat, dalam sejarahnya belum pernah ada orang yang pernah melintasi pegunungan tsb di tengah badai salju. Tapi Johnson melakukannya, dan berhasil.

Dia berhasil sampai ke sisi lain, sambil membawa perbekalan jackpotnya, senapannya, dan semua barang-barangnya. Hingga akhirnya, di sebuah sungai yang membeku, ia kalah jumlah dan persenjataan dari para pengejarnya. Beberapa tembakan akhirnya merobohkan pria perkasa itu. Dia mati dalam keheningan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Rumor satuslots beredar bahwa Johnson seorang imigran Skandinavia. Dugaan lain menyebutkan dia berasal dari Mid-West Amerika. Tidak ada yang pernah tahu. Dia tewas pada 17 Februari 1932, dan hingga sekarang tidak pernah ditemukan keturunan, kerabat, atau siapapun yg berhubungan dekat dengan si Penjebak Gila.

Sunday, March 5, 2023

PERBEDAAN ANTARA ARTILERI MODERN DAN ZAMAN DAHULU

Info menarik lainnya dari satuslots mengenai perbedaan artileri modern dan zaman dahulu.
Secara konsep sebetulnya masih sama, hanya beda teknologi dan cara penggunaannya saja.

Meriam seperti ini benar-benar sederhana dan memiliki konsep satuslots  yang sama dengan artileri yang lebih modern. Peluru meriam pada masa itu ada yang bentuknya bulat, seperti tabung, atau mungkin dibuat agak runcing.

Tapi konsepnya sama dengan yang modern, ada proyektil satuslots  dan ada propelan yang terbuat dari bubuk mesiu atau black powder (sekarang sudah jarang dengan mesiu). Propelan ini yang akan dipicu agar meledak, tenaga ledakan propelan akan mendorong peluru hingga keluar dari laras.

Peluru modern juga sama, ada proyektil satuslots  dan ada propelan. Yang berbeda hanya bagian fuze atau pemicu, umumnya berbentuk runcing di bagian ujung peluru dan mudah dibongkar pasang untuk diganti sesuai kebutuhan.

Dulu tembakan artileri satuslots  kalau mau merusak kapal ya pelurunya harus kena kapal, kalau mau merusak gerbang benteng ya harus kena gerbangnya. Tapi kebutuhan jackpot artileri modern tidak selalu harus kena target secara langsung, bisa juga diatur untuk meledak pada jarak sekian meter dari target ataupun meledak sesuai hitungan waktu jackpot (timer).


Yang membuat artileri modern jackpot  terlihat lebih rumit adalah mekanisme untuk meredam hentakan atau recoil dari tembakan. Meriam dari abad ke-17 tidak memiliki mekanisme ini sama sekali, alhasil meriam bisa mundur saat ditembakkan terutama jackpot berukuran besar.

Hal ini bahkan masih terjadi pada meriam jackpot yang digunakan pada era yang lebih modern. Meriam yang berukuran kecil biasanya tidak terlalu mundur, atau bahkan masih bisa diam di tempat sesuai dudukan atau ganjalan yang dipasang.

Posisinya tidak terlalu mundur mengingat kekuatan tembaknya jackpot lebih besar dibandingkan meriam jadul.

Yang berbeda lainnya adalah cara memicu tembakan.

Bagian propelan dari meriam lama masih harus dipicu dengan sumbu atau ada yang menggunakan batu flint yang diikat dekat propelan. Batu flint ini seperti pemantik pada korek api, kalau tergesek dengan keras maka akan timbul percikan api mahjong.

Artileri modern sudah menggunakan firing pin mahjong, konsepnya masih sama dengan senjata api untuk memicu ledakan propelan.


Yang terakhir adalah cara membidiknya,

Artileri modern memiliki alat bidik bawaan seperti ini. Alat bidik mahjong ini bukan untuk melihat target, hanya untuk melihat arah sudut dan elevasi. Bidikan juga dipandu oleh regu FDC (Fire Direction Control).

Tembakan artileri modern mahjong sangat jauh, bahkan bisa mencapai di luar jarak pandang mata. Oleh karena itu perlu bantuan regu lain untuk memperkirakan dan memperhitungkan tembakan mahjong (FDC) serta regu untuk mengamati apakah tembakan mengenai sasaran jackpot atau tidak (FO - Forward Observer).

Tugas FO bisa juga menggunakan drone, tidak harus menggunakan teropong atau optik lain. Kalau pada meriam yang benar-benar hanya pipa dan roda, luruskan posisi meriam ke target → tembak. Kalau kurang jauh, naikkan meriam. Kalau terlalu jauh, turunkan sedikit.

Jarak tembaknya tidak terlalu jauh dan masih bisa dipantau langsung, otomatis tidak perlu regu khusus yang berteriak-teriak dari garis depan atau membawa jackpot terompet untuk memberi informasi apakah tembakan meleset atau sudah tepat.

Tuesday, February 28, 2023

Romeo & Sella (3)



"Ahh kenyang!" Sella mengusap perutnya yang rata dengan mendesah polos. Sarapan yang telah dipesan khusus untuknya terasa sangat nikmat di lidah.

Sella kemudian kembali berbaring ke atas sofa. Berawal karena rasa bosan berubah menjadi rasa kantuk berat.

Tanpa sadar Sella pun jatuh tertidur. Sella tidur bagaikan putri tidur yang terlelap nyaman di sofa empuk. Begitu cantik tanpa tekanan yang selama ini menyelimuti fisik dan hatinya. Dan semua tekanan itu berasal dari kakaknya.

Romeo...

Sella tidur lelap dengan posisi meringkuk. Layaknya anak kecil yang merindukan pelukan dan kasih sayang orang tuanya.

"Mama.." Sella terus bergumam mengucapkan satu kata itu.

Bagi Sella... Ana adalah ibu kandungnya yang selama ini selalu menyayanginya. Memberinya usapan lembut di puncak kepalanya dan mencium pipinya.

Satu jam berlalu begitu cepat...

Sella tidur begitu pulas hingga sentuhan di pahanya berhasil membangunkannya kembali.

"Ngghh.. kak Romeo..?" Sella mengusap kedua matanya sambil menggumamkan nama kakaknya.

Sella berusaha mengatur cahaya pada retina matanya. Keningnya terlipat berusaha melihat sosok di hadapannya yang dengan berani mengusap pahanya.

Sella sontak terkejut saat pria asing yang kini duduk di pinggiran sofa bukanlah Romeo, melainkan seorang pria paruh baya dengan setelan jas mewah warna hitam. Sella memperkirakan usia pria itu hampir di angka lima puluhan. Sangat tua di matanya.

"Ba-bapak siapa?" Sella segera bangun dan duduk menjauhinya seraya merapikan roknya yang entah sejak kapan terangkat ke atas.

Sella melihat ke sekeliling mencari Romeo.

"Jangan takut, manis." Pria berkeriput itu tersenyum dengan kilatan aneh di matanya.

Tawa pria tua itu kemudian menyusul melihat kecemasan di wajah Sella, "Di luar dugaan, Romeo ternyata senang bermain dengan anak remaja sepertimu."

"Nggak..." Sella menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Udah, nggak usah malu sama bapak. Anak SMA memang masih hijau dan jauh lebih nikmat. Mereka itu nurut kalau dikasih uang." Ucapan sadis dan vulgar pria itu membuat hati Sella down.

Sella bukan seperti itu!

Sella buru-buru bangkit dan berdiri. Namun, ketika Sella berniat untuk melangkahkan kakinya tiba-tiba pria bertubuh tambun itu menarik lengannya, dan berhasil membuat Sella jatuh ke pangkuannya.

"Ah!! Jangan..!" Sella merasa jijik ketika tubuhnya dipeluk dari belakang. Aroma parfum pria tua itu begitu menusuk indera penciumannya.

Sella merasa ingin muntah kala bibir berwarna gelap itu mencoba menciumi lehernya yang jenjang.

"Jangan!" Sella menjerit dan terus meronta dengan membabi buta. Saat itulah ia melihat sebuah celah kosong di lengan yang penuh lemak itu. Tanpa pikir panjang, Sella menggigit lengannya dengan kencang.

"Slut!" Pria itu mengumpat karena rasa sakit di lengannya. Seketika itu pula, pelukannya terlepas.

Sella menggunakan kesempatan lengahnya pria itu dengan kabur.

Tanpa mengenakan alas kaki, Sella berjalan—nyaris berlari—menuju ke pintu keluar.

Baru setengah jalan tiba-tiba pintunya sudah terbuka untuknya.

 
Wajah pucat Sella perlahan mulai berubah ceria. Senyumnya mengembang semakin lebar manakala pria yang membuka pintu itu adalah Romeo.

"Kak Romeo!" Sella tidak pernah merasa sebahagia ini. Ia menghambur maju memeluk tubuh tegap Romeo.

Sella merasa aman dan nyaman hingga tidak ingin melepas pelukannya dari tubuh Romeo.

Tetapi... seperti biasa Romeo tidak membalas pelukan Sella.

Dengan sikapnya yang dingin, pria itu mendorong tubuh Sella agar menjauhinya, "Minggir."

"Kak Romeo..?" Sella merasa sedih mendapatkan perlakuan seperti itu.

Sella menautkan jari-jarinya melihat Romeo berjalan menuju ke arah pria paruh baya yang hampir saja akan memperkosanya.

Sella melihat Romeo menjabat tangan pria berwajah mengerikan itu sambil berkata sinis kepadanya, "Lama tidak berjumpa dengan anda, Pak Roni."

Pria bernama Roni memaksa dirinya untuk tertawa seraya melihat Sella yang masih berdiri diam di depan pintu, "Maaf Romeo, kalau aku lancang masuk ke ruanganmu."

Romeo duduk dengan auranya yang dominan, lalu diikuti oleh Roni yang ikut duduk berseberangan dengannya.

"Kita ternyata memiliki banyak persamaan, Romeo," Roni lagi-lagi terkekeh sambil melihat ke arah Sella, "Kita sama-sama menyukai daun muda. Bahkan ayahmu dulu juga menikahi ibumu yang usianya terpaut belasan tahun lebih muda darinya."

Mendengar hal itu membuat tangan Sella gemetar. Kakinya tertarik mundur berniat angkat kaki dan pulang ke rumah. Namun langkahnya terhenti setelah Romeo mengeluarkan suaranya yang menyerupai perintah.

"Duduk di sampingku, Sella." Romeo menepuk sofa di samping kanan tempat ia duduk saat ini

Sella sempat tertegun.

Sella ingin menolaknya, namun ia tidak memiliki keberanian itu. Lalu dengan kepatuhan yang dilatih oleh Romeo sejak kecil kepadanya akhirnya Sella mengambil duduk di sampingnya.

Sella duduk sambil terus merapatkan kedua kakinya. Jemari tangannya gemetar dan saling terpaut gelisah. Sesekali Sella mencuri pandang kepada Romeo, tapi mata lelaki hanya menatap ke depan. Tidak ada emosi di wajahnya yang terpahat begitu tampan.

"Sella adalah adik-ku." Romeo akhirnya angkat bicara setelah keterdiamannya yang begitu lama.

Roni yang selama belasan tahun tinggal di Singapura terkejut mendengarnya. Pria itu mengira bahwa putra kandung Raka dan Ana hanya Romeo, mengingat bahwa rahim pada tubuh Ana memang sangat lemah.

"Wow," Roni tertawa tidak percaya. Dilihatnya kembali wajah dan penampilan Sella dengan lekat.

Roni tidak melihat kemiripan antara Sella dengan Romeo ataupun dengan Raka-Ana. Sella memiliki warna mata hitam paling pekat yang pernah dilihat olehnya. Hidungnya yang mancung kecil tampak sempurna dengan wajahnya yang oval. Bulu matanya begitu lentik ketika menatap. Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang indah sampai ke punggungnya. Belum lagi dengan payudara yang besar dan ranum terlihat dari balik seragam sekolahnya. Sempurna untuk menjadi karakter seorang putri yang mampu menggugah birahi raja.

"Kalau begitu aku minta maaf. Aku kira dia adalah..." Roni tersenyum miring tanpa mengalihkan pandangannya dari Sella, "Yah..., aku tidak perlu menjelaskannya kepadamu-kan?"

Sella memeluk tubuhnya sendiri. Sella mulai tidak nyaman. Ia merasa menjadi objek bahasan keduanya, seolah dirinya adalah gadis murahan.menatap Romeo, dan lagi-lagi kakaknya tidak sedikitpun bereaksi apalagi menunjukkan ekspresi di wajahnya. 

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...