Showing posts with label baccarat. Show all posts
Showing posts with label baccarat. Show all posts

Thursday, March 9, 2023

Romeo & Sella (7)


 

"Sella kok dari tadi diem aja? Mau makan roti isi buatan mama mahjong?"

Sentuhan lembut di bahu Sella satuslots membuat lamunannya terhenti.

Sella menoleh dan melihat senyum menawan ibu angkatnya terarah langsung kepadanya.

"Kok diem lagi? Mau mama suapin jackpot?" Tanya Ana sambil mencubit hidung Sella, yang otomatis membuat Sella ikut tersenyum.

"Sella mau!" Sella berseru ceria.

"Papa juga mau disuapin mahjong dong." Raka yang berada di jok depan menoleh ke belakang, menatap istri tercintanya yang sibuk menyuapi Sella.

"Ih, papa. Udah besar masih mau disuapin." Ana menggerutu, namun dengan senang hati memberikan suapan jackpot cukup besar kepada Raka.

Melihat keromantisan orang tua angkatnya seketika membuat Sella iri. Lewat iris matanya yang indah, ditatapnya wajah berseri-seri keduanya hingga tanpa sengaja mata satuslostnya bertemu langsung dengan mata milik kakaknya di kaca spion.

Romeo menatapnya dengan tatapan mata menusuk dingin dan membuat Sella kembali dilanda rasa takut.


Sella yang belum sepenuhnya berhasil menelan roti isinya tiba-tiba tersedak satuslots.

"Uhuk! Uhuk!" Sella batuk keras hingga matanya berlinang, merasakan sisa kecil rotinya tersangkut di tenggorokan.

"Minum, sayang." Ana menyodorkan sebotol air mineral jackpot kepada Sella dengan khawatir.


Sella mengambil botol itu dan meminumnya hingga tak lagi tersisa sambil login di satuslots.

"Lain kali kalau makan hati-hati, sayang." Ana menghapus air mata Sella.

"Ma-maaf, mah.." Sella meminta maaf, dan hal itu membuat Ana merasa iba kepadanya.

"Jangan minta maaf, sayang."

Saat Sella mencoba meluruskan punggungnya, sekali lagi matanya bertemu dengan mata kakaknya.

Sella buru-buru membuang wajahnya keluar jendela mahjong.

Sella merasa gerak-geriknya dibatasi, dan itu semakin sulit saat ibunya meminta Romeo menepikan mobilnya di salah satu minimarket yang buka 24 jam.

"Rom, berhenti di Alfamart ya. Mama mau beli cemilan jackpot sama peralatan mandi dulu buat papamu." Ana menepuk bahu Romeo.

"Hm." Permintaan Ana hanya dibalas dengan gumaman santai Romeo.

Saat mobilnya berhenti di pinggiran rest area, Ana keluar diikuti oleh Raka di belakangnya. Sella yang tidak ingin berduaan saja dengan kakaknya, hendak keluar, namun dicegah scatter oleh Romeo yang dengan segera mengaktifkan kunci pintu.

Sella mencoba membukanya dengan paksa, namun hasilnya nihil.

Kedua orang tuanya telah berjalan semakin jauh menuju minimarket satuslots tanpa meninggalkan rasa curiga sedikitpun.

"Duduk di sampingku, Sella." Romeo yang sejak tadi diam, kini mengeluarkan suara satuslots.

"Tapi itu tempat duduk papa..."

"Aku bilang, duduk di sampingku. Sekarang." Romeo meninggikan suaranya, namun ekspresinya masih sedatar biasanya.

"Tapi, pintunya dibuka dulu.."

"Lewat sini." Romeo menunjuk celah kecil di antara jok kemudi satuslots dengan jok samping.


Sella menuruti keinginan Romeo, dan merasa sulit saat pakaian yang ia kenakan tidak bebas untuk ia gunakan melangkah, "Kak.. Sella nggak bisa.."

Romeo selalu memintanya memakai rok atau dress terusan dan ia merasa tersiksa ketika hal itu digunakan sebagai modus agar kakaknya lebih mudah untuk menyentuh mahjong.

"Aaahh!" Sella terkejut saat tangan kanannya tiba-tiba ditarik oleh Romeo. Tubuhnya limbung dan jatuh dengan mudah di pangkuan kakak angkatnya.

"Kak.. udah.. nanti ketahuan papa satuslots..." Lirih Sella dengan bibir bergetar, gugup.

Sella menelan ludahnya saat punggungnya dipeluk mesra oleh kakaknya hingga kedua kakinya mengangkang lebih lebar di atas pangkuan satuslotsnya.

"Kak.. udah...aaahhh.." Sella mengigit bibir bawahnya menerima ciuman dan gigitan kecil di leher mahjongnya yang mulus.

Romeo mengabaikan permintaan Sella dengan bermain lebih dalam ke bukit kembarnya yang sekal.

"Kak, jangan...!" Sella menjerit saat tangan Romeo masuk melewati blouse-nya dan melepas kaitan bra yang menyangga payudara mahjongnya.

"Ahhh ahh... udahh.... kak......" Sella tidak kuat untuk tidak merintih saat Romeo mencium dan mengulum payudaranya dengan keras. Sementara payudaranya yang lain diremas-remas kuat.

"Relax and take it, Sella." Romeo benar-benar bernafsu jackpot untuk melakukan-nya dengan Sella pada saat ini juga kalau saja orang tuanya tidak sedang bersama dengan mereka.


"Aahh sakit ... jangan keras-keras kak.. " Sella mengerang karena putingnya digigit dan dihisap oleh Romeo.

Dari kejauhan, Romeo melihat kedua orang tuanya telah keluar dari minimarket dan berjalan semakin dekat menuju ke mobilnya.

"Rapikan pakaianmu dan duduk seperti biasa." Romeo segera membantu Sella untuk duduk di sampingnya. Merapikan rambut panjangnya yang kusut, dan menghapus keringat di kening adiknya yang mengalir deras.

Romeo menarik dagu Sella, "Jangan mengatakan apapun yang bisa membuat mereka curiga. Mengerti mahjong?"


Sella yang masih mengatur nafasnya hanya diam. Sementara Romeo yang melihat hal itu tidak lagi sabar dengan keterdiaman Sella, "Jawab aku, bodoh!"


Sella tersentak karena bentakan kasar Romeo, "I-iya.."

Bersamaan dengan itu, Raka membuka pintu. Raka terkejut melihat Sella telah duduk di bangkunya, "Sella, kenapa kamu duduk di sini?"

"Sella mau duduk di depan, Pah." Romeo menjawabnya dengan tenang sambil mengusap puncak mahjong kepala Sella.

"Oh." Raka ikut mengusap puncak kepala Sella yang tertunduk dan segera mengambil duduk di belakang meninggalkan Sella yang diam-diam menangis.


Sella tidak kuat jika diperlakukan seperti itu setiap hari.

Sella memiliki tiga pilihan...

Pertama... Mengadu kepada orangtua angkat mahjongnya. Tapi, jika mengadu, apa mereka akan percaya kepada-nya...?


Kedua... Pergi dari rumah. Tapi, jika Sella pergi, Sella harus pergi kemana? Usianya baru 17 tahun... Sella tidak punya uang apalagi pekerjaan dan tempat tinggal.


Sella mengusap matanya yang berair. Diliriknya wajah tampan bak malaikat pencabut nyawa milik kakak angkatnya yang terlihat tenang.


Atau... Ketiga... Sella diam dan menerima segala pelecehan seksual kakak angkat satuslotsnya terhadapnya?


Mana yang harus Sella pilih?


Sella berpikir keras dan lagi-lagi tanpa sengaja mata mereka kembali bertemu, dan Sella terkejut saat kakak angkatnya membuka rak kecil pada mobilnya, lalu mengambil sesuatu dari dalam sana.

"Coklat." Romeo menyerahkan sebatang coklat kepada Sella.


Coklat dengan taburan kacang almond?!

Itu adalah makanan favorit Sella.

"Coklat almond..?"


Dulu sekali.... Romeo selalu membelikannya satu bungkus coklat almond jika Sella tidak bisa berhenti menangis.

TOKOH YANG WATAKNYA BERUBAH DRASTIS DARI PENUH BELAS KASIH MENJADI PEMBUNUH BERDARAH DINGIN

Fakta menarik satuslots tentang revolusioner muda Che Guevara

Merupakan revolusioner satuslots Kuba yang fotonya dikenal di seluruh dunia, Che yang ingin membebaskan dunia dari tirani kediktatoran juga mempunyai sisi kelam.

Che Guevara muda. Foto

Lahir di Argentina, di kalangan keluarga intelektual berada satuslots, nama asli Che adalah Ernesto Rafael Guevara. Sejak awal, dia bersentuhan dengan masalah scatter sosial dan politik. Dengan bagasi pendidikan satuslots yang solid dan dibantu oleh keingintahuan yang tak terbatas, ia mulai belajar kedokteran di Buenos Aires. Pada saat bersamaan Che suka mencari petualangan mahjong lalu memulai perjalanan melalui Amerika Latin, ditemani oleh temannya Alberto Granado. Perjalanan ini memainkan peran yang menentukan dalam perkembangan masa depan politiknya, karena ia dihadapkan pada realitas sosial yang mencolok, seperti kondisi anak di bawah umur, kemiskinan dan situasi menyedihkan para pasien satuslots yang melarat.

Dokter penuh kasih dan penjunjung nilai-nilai kemanusiaan mahjong, Che ingin membantu orang miskin dan terpinggirkan dan menjadikan mereka sebagai "misi hidupnya". Che ingin menjadi seperti Simon Bolivar yang membebaskan Amerika Selatan. Dari pengalaman scatter petualangannya, Che mengubah targetnya untuk membantu rakyat melawan ketidakadilan sosial dari misi kemanusiaan menjadi revolusi bersenjata satuslots.

Setelah menyelesaikan studi medisnya pada tahun 1952, dia belajar Marxisme dan pergi ke Guatemala, kemudian bergabung dengan pasukan Fidel Castro pada tahun 1955.

Di sanalah dia mendapat julukan Che Guevara. Che kemudian ikut serta dalam pendaratan Kuba dan penggulingan diktator Batista. Setelah menjadi warga negara Kuba, ia memegang jackpot beberapa posisi dengan cara derogasi, termasuk Menteri Perindustrian di Kuba dan menulis beberapa buku tentang praktik revolusi dan perang gerilya.

Demi tujuannya, Che tidak ragu untuk menyingkirkan semua orang yang menghalangi jalan satuslotsnya. Selain menciptakan kamp "kerja paksa dan reedukasi", ketika dia berkuasa, dia dituduh sebagai dalang ratusan pembunuhan scatter sewenang-wenang.

Di balik potret pejuang romantisnya yang dipoles oleh rezim Fidel Castro, Che juga adalah orang yang kejam. Kebrutalannya dalam menyiksa dan mengeksekusi jackpot lawannya tidak membedakannya dengan penjahat perang lain. Beberapa orang bahkan memberikan gambaran mahjong Che sebagai orang sadis yang menikmati melihat teror dan penderitaan. Salah satu contohnya saat dia mewajibkan para tawanan penjara untuk melewati tembok yang dipenuhi percikan darah segar setelah ada eksekusi satuslots.

Pada tahun 1959, ketika rezim Fulgencio Batista digulingkan, Che Guevara pertama kali diangkat satuslots menjadi panglima penjara Cabana. Di benteng ini, dia mendirikan pengadilan revolusioner yang menjadi asal dari ratusan eksekusi. Polisi, tentara, dan musuh rezim baru dinyatakan bersalah atas kejahatan perang di sana dan terkadang harus membenarkan hukuman mahjong mereka di depan keluarga mereka. Periode Cabana ini akan memberinya julukan carnicerito, atau "tukang daging kecil". Dan bahkan jika lawannya menuduhnya sebagai teroris, Che berasumsi: "Kami telah menembak, kami menembak dan kami akan terus menembak sebanyak yang diperlukan", katanya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1964.

Ganteng, berwibawa dan terkenal, pada masa kejayaannya popularitas satuslots Che bahkan melebihi Fidel Castro, namun karena tidak tertarik dengan kekuasaan, Che memilih untuk mengekspor revolusi mahjong yang diidamkannya ke negara lain baik ke negara tetangga di Amerika Latin maupun Afrika. Pada 8 Oktober 1967, sang revolusioner jatuh ke tangan musuhnya di dekat desa La Higuera, di Bolivia. Keesokan harinya, di sekolah satuslots yang ditinggalkan, seorang tentara bertanggung jawab atas pembunuhan gerilyawan di bawah tekanan Amerika. Keputusan untuk mengeksekusi Che Guevara dibuat oleh presiden Bolivia, karena mereka takut dengan apa yang akan terjadi dalam persidangan satuslotsnya.

Che ketika ditangkap oleh tentara Bolivia.

Setelah eksekusi, tubuh Che dikirim ke Vallegrande, di mana ia ditampilkan secara terbuka kepada pers internasional mahjong. Tangan Che dipotong untuk membandingkan cetakan dengan yang ada di arsip.

 Untuk melakukan ini, mereka harus dipindahkan ke kantor polisi yang memungkinkan proses identifikasi. Luar biasa tapi nyata, memotong tangan memungkinkan untuk memverifikasi identitas tanpa harus mengangkut seluruh tubuh. Dan itulah menjadi akhir dari keberadaan Che Guevara di dunia mahjong.

Kendati lama berpulang, legenda kepahlawanan Che masih terus membara dan menjadi simbol mahjong yang mendunia. Sampai sekarang, generasi muda masih mengagumi sosok idealis ini.

Tuesday, March 7, 2023

Romeo & Sella (6)


 
"Non, bangun.."

"Non Sella?"

Goyangan ringan di bahunya membuat si pemilik ruangan memijat pelipisnya yang terasa sakit.

"Tuan Raka dan semuanya sudah menunggu nona di bawah."

Suara lembut yang terdengar samar itu membuat Sella membuka matanya secara perlahan. Sella memaksa dirinya untuk bangun dan rasa sakit di pangkal pahanya otomatis membuatnya merintih.

"Aahh..." Sella merapatkan kedua kakinya sambil menekan area miss-v-nya dengan kuat untuk meredakan rasa sakit yang semalam telah dimasuki oleh kakaknya.

"Kak Romeo?" Sella melihat ke samping ranjang, dan tidak menemukan satu orangpun di sampingnya kecuali bik Mira.

"Den Romeo ada di bawah non. Tuan sama nyonya juga sudah dibawah nungguin nona bangun buat sarapan." Ucap bik Mira sambil membuka lemari pakaian milik Sella.

Sella menganggukkan kepalanya dan segera turun dari atas tempat tidur. Jalannya sedikit tertatih karena rasa sakit di pangkal paha.

Ternyata seks begitu menyakitkan.

Sella ingat saat Kakaknya memaksa kejantanannya masuk ke dalam lubang kemaluannya yang masih perawan. Perpaduan antara rasa sakit, perih, dan... menimbulkan sensasi nikmat yang aneh.

"Kaki nona sakit?" Tanya bik Mira seraya meraih lengan Sella, berniat membantunya berjalan menuju ke kamar mandi.

"Nggak kok bik." Sella mengelak dan berusaha menampilkan senyum kecil di wajahnya yang lembut, "Sella mau mandi dulu."

"Kalau nona butuh sesuatu, nanti bibi bantu."

"Iya, bik." Sella menganggukkan kepalanya seraya berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Tidak ingin membuat keluarga angkatnya menunggunya lama, Sella segera menanggalkan seluruh gaun tidurnya.

Sella terkejut melihat begitu banyaknya bekas ciuman di sepanjang leher dan dadanya, terutama di bagian payudaranya yang nampak memar kemerahan.


Sella menggosoknya dengan air hangat dan sabun mandinya, namun hasilnya masih sama. Bekas ciuman itu tidak juga menghilang hingga Sella menyelesaikan mandinya sepuluh menit kemudian.

Saat Sella mencoba meraih handuk yang berada di dalam rak lemari, tiba-tiba pintu kamar mandinya terbuka dan sosok jangkung yang semalam mengambil kesuciannya berdiri dengan ekspresi datar.

Romeo berdiri dengan pakaian santai. Kemeja polos warna putih dengan celana jeans warna serupa.

"Kak... kak Romeo..?!" Sella terkejut dan berusaha menutupi tubuhnya yang telanjang. Namun Romeo kembali melakukan hal yang tidak pantas dengan sengaja melecehkannya.

"Jangan berteriak, Sella." Perintah Romeo.

Romeo kemudian memaksa Sella untuk berdiri menghadap kaca, membelakanginya.

"Ka.. kak Romeo mau apa?" Tanya Sella sambil meremas pinggiran wastafel. Ditatapnya wajah tampan Kakaknya dari depan cermin.

"Hari ini ayah ingin mengajak kita berlibur ke villa." Romeo berbisik sambil menciumi leher Sella. Diraihnya pinggang mungilnya, sementara tangannya yang lain sibuk menangkup dan meremas payudaranya yang cukup besar.

"Aahhh.. kak.... pelan.. pelan... sakit...." Sella meremas pinggiran wastafelnya dengan kencang. Bibirnya bergetar menahan diri untuk tidak mendesah dan berteriak.

"Apa masih sakit?" Tangan Romeo yang berada di pinggang Sella perlahan mulai beralih turun ke pangkal pahanya, menggesek bibir kewanitaannya yang semalam telah berhasil ia jebol.

"Sakit.... kak! Jangan... aahhh!" Sella menjerit saat Romeo semakin kasar meremas payudaranya. Belum lagi dengan miss-v-nya yang tiada henti dimainkan oleh kakaknya


Sella tidak kuat lagi!

Dengan sisa-sisa kekuatannya, Sella memutar tubuhnya agar berdiri berhadapan dengan Romeo. Lalu ditatap iris matanya yang tajam dengan  sayu.

"Kak... Sella nggak kuat... payudara Sella sakit... vagi-.. ehm.. itu-nya Sella juga masih sakit.." Sella berkata sungguh-sungguh kepada Romeo.


Romeo mengusap pipi Sella. Diciumnya sudut mata adiknya yang berkaca-kaca, "Tidak sakit, Sella. Lubangmu hanya belum terbiasa dengan ukuran penis-ku. Sebentar lagi, kamu juga akan terbiasa dan dengan pasti akan memintaku untuk memasukimu lagi dan lagi."


Ucapan vulgar Romeo diakhiri dengan mencium bibir Sella. Memeluk tubuhnya yang telanjang sambil meremas bongkahan padat pantatnya yang kenyal dan lembut.

"Di villa nanti, jangan harap untuk bisa tidur nyenyak, Sella. Akan kubuat kamu terjaga dan mendesah tiada henti."


Janji Romeo diikuti oleh janji lainnya yang menakutkan untuk Sella.

Bersambung.

Saturday, March 4, 2023

PERBEDAAN ANTARA ABAD PERTENGAHAN DAN RANAISSANCE

 Info menarik dari satuslots  tentang sejarah masa lampau.

Kita mulai dengan "medieval" dulu ya. Jadi, "medieval jackpot" itu sebenernya merupakan periode dalam sejarah Eropa yang berlangsung dari abad ke-5 hingga abad ke-15. Periode ini sering juga disebut sebagai "Middle Ages" atau "Age of Faith". Nah, kenapa disebut "Age of Faith"? Karena pada masa itu, agama Katolik sangat berpengaruh dan seringkali menjadi landasan moral jackpot dan sosial bagi masyarakat di Eropa.

Kalau "renaissance", biasanya diartikan sebagai "zaman kebangkitan" atau "zaman kejayaan satuslots ". Istilah ini merujuk pada periode dalam sejarah Eropa jackpot yang terjadi setelah periode medieval, yaitu sekitar abad ke-14 hingga abad ke-17. Pada masa renaissance ini, terjadi perubahan besar di Eropa terutama dalam bidang seni, sastra, ilmu pengetahuan satuslots , dan filsafat.


Nah, sekarang kita bahas tentang perbedaannya ya. Secara umum, perbedaan antara medieval mahjong dan renaissance bisa dilihat dari segi pemikiran, gaya seni, dan budaya populer. Di masa medieval, pemikiran dan karya seni banyak dipengaruhi oleh agama dan teologi, sedangkan di masa renaissance, lebih banyak dipengaruhi oleh humanisme dan rasionalisme. Jadi, di renaissance, banyak terjadi kemajuan dalam bidang sains dan teknologi, seperti mesin cetak, senjata api, dan navigasi.

Gaya seni juga mengalami perubahan yang cukup signifikan di masa renaissance. Seni lukis, misalnya, tidak lagi hanya menggambarkan adegan agama seperti di masa medieval, tetapi juga mulai mengeksplorasi tema-tema seperti alam, manusia, dan cinta. Beberapa seniman terkenal pada masa renaissance, seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo, juga terkenal karena karya-karya seni mereka yang revolusioner.

Budaya populer juga mengalami perubahan pada masa renaissance. Seiring dengan kemajuan sains dan teknologi, terjadi perkembangan dalam bidang pendidikan dan literatur. Banyak tulisan-tulisan klasik dari Yunani dan Roma yang dianggap hilang selama masa medieval ditemukan kembali dan mulai diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Demikian informasi yang dirangkum oleh mahjong semoga bermanfaat

Thursday, March 2, 2023

HAL PALING MENGERIKAN DALAM SEJARAH YANG JARANG DIKETAHUI ORANG

jackpot merangkum fakta menarik untuk para pembaca satuslots semuanya. Berikut kami tampilkan informasi dari mahjong.
Ketika kita memikirkan Zaman Perunggu di Eropa Utara, biasanya kita membayangkan hal ini.

Sebagian besar jackpot menggambarkan nomaden yang damai atau penduduk desa yang hidup susah. Perang adalah sesuatu yang jarang disebutkan.

Jadi, biarkan saya memberitahu kamu tentang pertempuran mahjong Lembah Tollense.

Pertempuran ini terjadi pada abad ke-13 SM, saat Mesir dan Het berhasil menyelesaikan perjanjian perdamaian mereka.

Lihat di sini.

Di Mecklenburg Vorpommern, sekitar 3000-5000 pejuang (berusia 20-40 tahun) terlibat dalam apa yang diyakini satuslots  sebagai pertempuran terbesar di Eropa Tengah pada saat itu. Pertempuran itu hanya berlangsung satu hari, tetapi beberapa prajurit yang terlibat sudah merupakan veteran mahjong; dengan bekas luka yang sudah sembuh. Tombak, pedang (meskipun tidak ada yang ditemukan di lokasi), gada, anak panah, pisau, dan sabit digunakan selama pertempuran ini. Ada juga penunggang kuda dan petugas satuslots  semacamnya.

Mungkin terlihat sebagai pencapaian kecil satuslots  dibandingkan dengan standar saat ini, namun pada saat kepadatan penduduk sekitar 5 orang per kilometer persegi, ini bukanlah hal yang mudah dilakukan. Untuk terjadinya hal ini, diperlukan jackpot adanya pemerintahan pusat yang ada. Dan sebelumnya, diyakini bahwa hal ini muncul jauh lebih lambat di Eropa Utara.

Alasan dari pertempuran mahjong ini memang tidak diketahui dengan pasti, namun penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa salah satu kelompok ingin pindah ke suatu tempat satuslots  dan yang lainnya tidak mengizinkan mereka melewatinya. Sebanyak 20-25 persen dari para pejuang tewas, jadi saya yakin apa pun yang sedang mereka perjuangkan, itu sangat serius.


Ini hanya menunjukkan, bahwa tidak peduli dengan kondisi kehidupan atau kemampuan manusia, mereka akan menemukan alasan untuk membunuh satu sama lain.

AWAL MULA AK-47 YANG SANGAT LEGENDARIS

satuslots merangkum beberapa info tentang senjata legendaris AK-47 
Mikhail Kalashnikov bukan warga sipil saat dia merancang senjata satuslots .

Dia sudah bergabung menjadi tentara sejak tahun 1938 dan bertugas sebagai mekanik tank mahjong hingga akhirnya sempat menjadi komandan tank T-34. Dia sempat terluka dalam perang dan dirawat selama 6 bulan hingga April 1942.

Dari sana dia baru mulai merancang senjata api buatannya sendiri setelah mendengar dan melihat bahwa banyak tentara Soviet mahjong yang mengalami masalah pada senjata mereka selama bertempur.

AK-47 bukan senjata yang paling pertama dia buat, masih ada beberapa rancangan dan prototipe yang akhirnya tidak masuk tingkat produksi seperti PPK-42 jackpot di atas.


Terlepas dari itu, tidak ada urgensi bagi warga sipil satuslots untuk terjun langsung dalam perancangan senjata api. Kalau merancang secara pribadi sih boleh saja, tapi apakah senjata satuslots  itu bisa diterima negara sudah pasti lain cerita.

Kalau diizinkan secara resmi, ada potensi yang bisa memancing perlombaan senjata satuslots  di tengah masyarakat, jadi banyak yang termotivasi untuk berkontribusi bagi negara dan banyak juga yang termotivasi untuk menyalahgunakannya.

Membuat senjata satuslots seperti ini juga susah-susah gampang, setiap bagian harus diperhitungkan ukuran dan bobotnya. Dan yang pasti, senjata hasil akhirnya harus bisa bersaing atau bahkan lebih unggul dibandingkan senjata yang sudah ada sebelumnya.

Kalau hanya membuat sendiri mahjong yang tidak lebih baik dari yang sudah ada, seperti olahraga mahjong dengan berlari di tempat. Keringat sih keluar dan manfaatnya bisa terasa, tapi orangnya tetap diam di sana tidak kemana-mana.

Tuesday, February 28, 2023

Romeo & Sella (3)



"Ahh kenyang!" Sella mengusap perutnya yang rata dengan mendesah polos. Sarapan yang telah dipesan khusus untuknya terasa sangat nikmat di lidah.

Sella kemudian kembali berbaring ke atas sofa. Berawal karena rasa bosan berubah menjadi rasa kantuk berat.

Tanpa sadar Sella pun jatuh tertidur. Sella tidur bagaikan putri tidur yang terlelap nyaman di sofa empuk. Begitu cantik tanpa tekanan yang selama ini menyelimuti fisik dan hatinya. Dan semua tekanan itu berasal dari kakaknya.

Romeo...

Sella tidur lelap dengan posisi meringkuk. Layaknya anak kecil yang merindukan pelukan dan kasih sayang orang tuanya.

"Mama.." Sella terus bergumam mengucapkan satu kata itu.

Bagi Sella... Ana adalah ibu kandungnya yang selama ini selalu menyayanginya. Memberinya usapan lembut di puncak kepalanya dan mencium pipinya.

Satu jam berlalu begitu cepat...

Sella tidur begitu pulas hingga sentuhan di pahanya berhasil membangunkannya kembali.

"Ngghh.. kak Romeo..?" Sella mengusap kedua matanya sambil menggumamkan nama kakaknya.

Sella berusaha mengatur cahaya pada retina matanya. Keningnya terlipat berusaha melihat sosok di hadapannya yang dengan berani mengusap pahanya.

Sella sontak terkejut saat pria asing yang kini duduk di pinggiran sofa bukanlah Romeo, melainkan seorang pria paruh baya dengan setelan jas mewah warna hitam. Sella memperkirakan usia pria itu hampir di angka lima puluhan. Sangat tua di matanya.

"Ba-bapak siapa?" Sella segera bangun dan duduk menjauhinya seraya merapikan roknya yang entah sejak kapan terangkat ke atas.

Sella melihat ke sekeliling mencari Romeo.

"Jangan takut, manis." Pria berkeriput itu tersenyum dengan kilatan aneh di matanya.

Tawa pria tua itu kemudian menyusul melihat kecemasan di wajah Sella, "Di luar dugaan, Romeo ternyata senang bermain dengan anak remaja sepertimu."

"Nggak..." Sella menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Udah, nggak usah malu sama bapak. Anak SMA memang masih hijau dan jauh lebih nikmat. Mereka itu nurut kalau dikasih uang." Ucapan sadis dan vulgar pria itu membuat hati Sella down.

Sella bukan seperti itu!

Sella buru-buru bangkit dan berdiri. Namun, ketika Sella berniat untuk melangkahkan kakinya tiba-tiba pria bertubuh tambun itu menarik lengannya, dan berhasil membuat Sella jatuh ke pangkuannya.

"Ah!! Jangan..!" Sella merasa jijik ketika tubuhnya dipeluk dari belakang. Aroma parfum pria tua itu begitu menusuk indera penciumannya.

Sella merasa ingin muntah kala bibir berwarna gelap itu mencoba menciumi lehernya yang jenjang.

"Jangan!" Sella menjerit dan terus meronta dengan membabi buta. Saat itulah ia melihat sebuah celah kosong di lengan yang penuh lemak itu. Tanpa pikir panjang, Sella menggigit lengannya dengan kencang.

"Slut!" Pria itu mengumpat karena rasa sakit di lengannya. Seketika itu pula, pelukannya terlepas.

Sella menggunakan kesempatan lengahnya pria itu dengan kabur.

Tanpa mengenakan alas kaki, Sella berjalan—nyaris berlari—menuju ke pintu keluar.

Baru setengah jalan tiba-tiba pintunya sudah terbuka untuknya.

 
Wajah pucat Sella perlahan mulai berubah ceria. Senyumnya mengembang semakin lebar manakala pria yang membuka pintu itu adalah Romeo.

"Kak Romeo!" Sella tidak pernah merasa sebahagia ini. Ia menghambur maju memeluk tubuh tegap Romeo.

Sella merasa aman dan nyaman hingga tidak ingin melepas pelukannya dari tubuh Romeo.

Tetapi... seperti biasa Romeo tidak membalas pelukan Sella.

Dengan sikapnya yang dingin, pria itu mendorong tubuh Sella agar menjauhinya, "Minggir."

"Kak Romeo..?" Sella merasa sedih mendapatkan perlakuan seperti itu.

Sella menautkan jari-jarinya melihat Romeo berjalan menuju ke arah pria paruh baya yang hampir saja akan memperkosanya.

Sella melihat Romeo menjabat tangan pria berwajah mengerikan itu sambil berkata sinis kepadanya, "Lama tidak berjumpa dengan anda, Pak Roni."

Pria bernama Roni memaksa dirinya untuk tertawa seraya melihat Sella yang masih berdiri diam di depan pintu, "Maaf Romeo, kalau aku lancang masuk ke ruanganmu."

Romeo duduk dengan auranya yang dominan, lalu diikuti oleh Roni yang ikut duduk berseberangan dengannya.

"Kita ternyata memiliki banyak persamaan, Romeo," Roni lagi-lagi terkekeh sambil melihat ke arah Sella, "Kita sama-sama menyukai daun muda. Bahkan ayahmu dulu juga menikahi ibumu yang usianya terpaut belasan tahun lebih muda darinya."

Mendengar hal itu membuat tangan Sella gemetar. Kakinya tertarik mundur berniat angkat kaki dan pulang ke rumah. Namun langkahnya terhenti setelah Romeo mengeluarkan suaranya yang menyerupai perintah.

"Duduk di sampingku, Sella." Romeo menepuk sofa di samping kanan tempat ia duduk saat ini

Sella sempat tertegun.

Sella ingin menolaknya, namun ia tidak memiliki keberanian itu. Lalu dengan kepatuhan yang dilatih oleh Romeo sejak kecil kepadanya akhirnya Sella mengambil duduk di sampingnya.

Sella duduk sambil terus merapatkan kedua kakinya. Jemari tangannya gemetar dan saling terpaut gelisah. Sesekali Sella mencuri pandang kepada Romeo, tapi mata lelaki hanya menatap ke depan. Tidak ada emosi di wajahnya yang terpahat begitu tampan.

"Sella adalah adik-ku." Romeo akhirnya angkat bicara setelah keterdiamannya yang begitu lama.

Roni yang selama belasan tahun tinggal di Singapura terkejut mendengarnya. Pria itu mengira bahwa putra kandung Raka dan Ana hanya Romeo, mengingat bahwa rahim pada tubuh Ana memang sangat lemah.

"Wow," Roni tertawa tidak percaya. Dilihatnya kembali wajah dan penampilan Sella dengan lekat.

Roni tidak melihat kemiripan antara Sella dengan Romeo ataupun dengan Raka-Ana. Sella memiliki warna mata hitam paling pekat yang pernah dilihat olehnya. Hidungnya yang mancung kecil tampak sempurna dengan wajahnya yang oval. Bulu matanya begitu lentik ketika menatap. Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang indah sampai ke punggungnya. Belum lagi dengan payudara yang besar dan ranum terlihat dari balik seragam sekolahnya. Sempurna untuk menjadi karakter seorang putri yang mampu menggugah birahi raja.

"Kalau begitu aku minta maaf. Aku kira dia adalah..." Roni tersenyum miring tanpa mengalihkan pandangannya dari Sella, "Yah..., aku tidak perlu menjelaskannya kepadamu-kan?"

Sella memeluk tubuhnya sendiri. Sella mulai tidak nyaman. Ia merasa menjadi objek bahasan keduanya, seolah dirinya adalah gadis murahan.menatap Romeo, dan lagi-lagi kakaknya tidak sedikitpun bereaksi apalagi menunjukkan ekspresi di wajahnya. 

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...