Sunday, November 6, 2022

APAKAH ZOHNERISM? BERBAHAYAKAH DI ERA INFORMASI YANG SERBA CEPAT DAN PERILAKU ORANG2 YANG CENDERUNG REAKTIF

 Pada tahun 1997, Nathan Zohner seorang anak berumur 14 tahun mempresentasikan projek sains di depan teman sekelasnya, ia membahas larangan penggunaan zat kimia yang sangat berbahaya di kehidupan sehari-hari.

Zat kimia apa yang ia maksud? Dihidrogen Monoksida.

Sepanjang presentasinya, Zohner memberikan audiens bukti nyata secara sains mengapa zat kimia tersebut harus dilarang.

Ia menjelaskan bahwa Dihidrogen Monoksida itu:

  • Dalam bentuk gas, Dihidrogen Monoksida dapat menyebabkan luka bakar yang parah
  • Korosif dan menimbulkan karat pada logam
  • Menyebabkan kematian tak terhitung setiap tahunnya
  • Ditemukan di dalam tumor, hujan asam, dan lain-lain.
  • Menyebabkan kencing dan buang angin berlebihan bila terkonsumsi

Zohner juga menyampaikan bahwa zat kimia itu dapat membunuh bila terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Ia bertanya kepada teman sekelasnya apakah setuju bila Dihidrogen Monoksida dilarang.

43 dari 50 murid setuju zat kimia itu dilarang karena jelas sekali berbahaya.

Namun… Dihidrogen Monoksida bukanlah tipikal kimia yang berbahaya. Faktanya Dihidrogen Monoksida adalah nama asing dari elemen air.

Nathan Zohner tidak secara sah melarang peredaran air, tapi sebagai gantinya percobaan itu adalah representasi betapa manusia mudah dibodohi.

Juga, fakta yang dia beberkan 100% benar adanya. Dia hanya membawakan fakta-fakta itu dan membumbuinya dengan cara yang lebih menghibur.

Pada akhirnya seorang jurnalis meniru gaya presentasi Zohner dengan sebutan "Zohnerism", di mana fakta digunakan untuk menyesatkan orang-orang menuju kesimpulan yang salah.

Ini terjadi pada banyak aspek yang tidak kamu sadari, khususnya pada politikus, jurnalis, dan lain-lain. Menggunakan fakta terbukti kemudian mempersuasi orang-orang untuk menyetujui hal yang salah.

Faktanya manusia bisa saja salah tangkap, dan sangat mudah tersesat, meresahkan.

MENGAPA SELURUH KOLONI SEMUT AKAN MATI JIKA RATU SEMUT MATI

 Ini salah satu fakta menarik seputar sains dalam dunia serangga terutama pada semut di mana ketika ratu semut mati maka koloni semutnya akan mati juga.

Kalian tahu tidak kenapa yah koloni semutnya mati setelah ratu mati terlebih dahulu?

"Kok aku baru tahu yah bro kalau ratu semutnya mati pasti koloni semutnya ikut mati juga. Apakah kasusnya sama seperti ketika raja (pemimpin) dari sebuah kerajaan terbunuh maka para prajurit dan kerajaannya pasti hancur".

Sebenarnya jawabannya tidak sederhana itu bro. Kalau jawaban seperti itu namanya ilmu cocoklogi.

"Terus, apa dong alasannya?"

Semut termasuk ordo hymenoptera dimana koloni tersebut tidak akan dapat hidup tanpa adanya sang ratu. Kasus ini terjadi juga pada semua ordo hymenoptera seperti tawon dan lebah.


Semut memiliki sistem kasta dalam sebuah koloninya. Dalam koloni semut terbagi menjadi 3 yaitu semut pekerja, semut pejantan, dan sang ratu semut. Ratu semut ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup koloninya.

Ratu semut hanya bertugas untuk bereproduksi. Lalu, sang ratu semut akan menghasilkan puluhan hingga jutaan telur yang akan menjadi semut pekerja. Sayangnya, jika ratu semut itu mati maka secara perlahan-lahan koloni semut akan mati juga.


"Emangnya si ratu semut itu seberapa penting sih bagi koloni semutnya? Terus, kok koloni semutnya ikut-ikutan mati juga yah saat ratunya mati?"

Sebenarnya para koloni semut tidak bisa bertahan hidup jika tanpa adanya larva di sarang semut. Kenapa larva? Bukankah ratu semut yang mempunyai peranan penting. Ya, sang ratu semut memang berperan penting juga bagi koloni. Tapi, larva inilah yang mempunyai peranan krusial bagi keberlangsungan hidup koloni semut. Nah, untuk menjawab pertanyaan ini. Coba kalian perhatikan dahulu struktur tubuh dari semut.


Kalian perhatikan bentuk pinggang semut pada gambar di atas. Bentuk pinggang (waist) semut itu berukuran sangat kecil sehingga makanan yang masuk harus melewati pinggang . Artinya apa? semut tidak dapat memakan makanan yang keras atau padat.

"Tapi, bukannya semut punya taring di bagian mulutnya?"

Yah, semut mempunyai taring yang berfungsi untuk mengunyah, memotong, menjepit dan mengigit. Meskipun demikian, taring tersebut tidak bisa untuk mengunyah makanan yang keras atau padat menjadi bentuk makanan yang lebih lunak sehingga semut tidak bisa menelan makanan yang padat karena pinggang perut semut sangat kecil.

Sekarang, coba kalian bandingkan dengan pinggang larva semut berikut ini.


Tuh lihat, larva tersebut tidak memiliki pinggang yang kecil artinya larva bisa memakan makanan yang padat. Nah, si larva tersebut dihasilkan dari reproduksi ratu semut. Semut pekerja dan ratu semut saling berkerja sama di dalam sarang untuk merawat telur mereka sehingga menjadi larva.

Semut pekerja pergi keluar untuk mencari makanan dan membawanya ke dalam sarang dan meletakkannya di atas larva. Makanan tersebut akan ditelan dan dicerna oleh larva. Lalu, larva tersebut akan mengeluarkan cairan yang kaya akan nutrisi bagi para semut. Nutrisi tersebut mengandung asam amino dan asam lemak.

Sekarang pertanyaannya dibalik. Apa yang terjadi jika semut tanpa larva?

Nah, larva itu dihasilkan dari reproduksi ratu semut. Jika ratu semut mati artinya tidak ada larva. Jika tidak ada larva maka para semut akan mengalami gizi buruk. Selang beberapa hari kemudian koloni semut akan mati karena kelaparan.

Jadi, itulah alasannya kenapa koloni semut akan mati setelah ratu semut mati terlebih dahulu karena ratu semut menghasilkan larva yang berfungsi untuk memberikan asupan makanan yang bernutrisi bagi para semut.

MITOS DALAM SEJARAH PERANG DUNIA YANG MASIH DIYAKINI HINGGA KINI

 1: Jepang tidak sekeji Jerman/Jepang tidak kejam-kejam amat

Jepang sama kejinya dengan Jerman. Mereka memang tidak bertanggung jawab atas terjadinya genosida besar-besaran atau membunuh banyak orang seperti yang dilakukan Jerman- tetapi kekejian mereka nyaris sama.

Secara keseluruhan, militer Jepang bertanggung jawab atas kematian setidaknya 20-30 juta warga sipil (hanya beberapa juta lebih rendah dari Nazi). Tentara Jepang menganggap diri mereka lebih unggul secara rasial daripada orang Tionghoa dan memperlakukan mereka dengan kebencian dan kekejaman yang tak terkendali. Beberapa contohnya termasuk:

  1. Perkosaaan Nanjing yang menewaskan 300,000 warga sipil. Perempuan dan anak-anak diperkosa beramai-ramai, disiksa, dan dibunuh perlahan-lahan sebagai hiburan. Kejadian brutal ini sampai mengagetkan perwira tinggi Jepang
  2. Jepang banyak melakukan eksperimen manusia Yang paling terkenal adalah Unit 731 yang membunuh 10,000 orang, dengan percobaan seperti:
    1. Menyuntik orang dengan darah binatang sebagai hiburan
    2. Mengukur berapa lama bayi meninggal setelah diletakkan dalam temperatur sangat tinggi
    3. Mengambil organ tubuh pasien tanpa dibius, memasangnya kembali, untuk melihat reaksi yang terjadi
    4. Menguji berbagai jenis racun dan gas
  3. Jepang menggunakan senjata gas beracun dan senjata biologi untuk menggempur warga sipil Tiongkok

Jadi, apa mereka lebih baik daripada Nazi?

2: Prancis adalah "pecundang" dalam perang

Prancis yang malang. Perang dimulai pada tahun 1939 dan mereka tetap berperang selama lebih dari 2 tahun, namun mereka hanya dianggap lelucon.

Kenyataannya, Prancis itu tangguh. Jerman memusatkan tank mereka di unit lapis baja daripada menyebarkannya di antara infanteri dan ketika Jerman menerobos hutan Ardennes, Prancis terpaksa mundur untuk menghindari pengepungan - dan itu tidak berhasil.

Prancis dilemparkan ke dalam kekacauan oleh serangan Jerman. Prancis tidak terlalu besar dan mereka tidak punya banyak ruang untuk mundur. Mereka melakukan segalanya meskipun gagal.

Setelah Prancis jatuh, Prancis tetap melawan

  1. Banyak tentara Prancis berhasil sampai ke Inggris dan mulai berencana untuk merebut kembali negara mereka
  2. Perlawanan Prancis adalah teror bagi Jerman sepanjang perang. Mereka bertempur dengan sangat berani melawan rintangan yang menakutkan dan membuka jalan bagi pembebasan sekutu Eropa
  3. Divisi Prancis yang selamat dari kejatuhan Prancis mampu terlibat dan mengalahkan Jerman beberapa kali.
  4. Selama pembebasan Prancis, tentara Prancis yang baru bertambah menjadi 1,2 juta orang dan memukul mundur Jerman di Jerman, Pegunungan Alpen, dan sekitarnya.

Lucunya, tank Medium Prancis kelas dunia dan bisa dibilang lebih baik daripada Medium Tank Jerman pada tahun 1941.

Prancis tidak jatuh karena menyerah dan militer Prancis tidak "buruk" dengan cara apa pun. Jerman melakukan serangan serius melawan Prancis, namun bahkan dengan seluruh negara yang diduduki Prancis terus berjuang.

3: Perang Pasifik adalah konflik antara AS dan Jepang

Perang Pasifik sama besarnya dan sama mematikannya dengan perang Eropa. Banyak yang percaya bahwa ini adalah perang antara marinir Amerika melawan infantri Jepang di pulau-pulau Pasifik, padahal apa yang terjadi lebih dari itu.

Faktanya, peperangan ini berfokus di Tiongkok. Perang di Tiongkok adalah perang paling mematikan nomor dua dalam PD 2. Sama mematikannya dengan perang di Eropa karena sebanyak 20 juta warga Tiongkok terbunuh dalam perang.

Peperangan ini terlalu sering diabaikan dan banyak yang tidak mengeahui keberadaannya. Yang mana merupakan hal aneh karena konflik Tiongkok-Jepang sangat berdarah-darah, seheboh perang Stalingrad, dan terdapat banyak bentrok militer.

Saturday, November 5, 2022

 Jika yang dimaksud adalah ketika kedua belah pihak masih menggunakan pedang dan panah, maka jawabannya adalah dalam pertempuran Bridgnorth bulan Oktober 1642, yang merupakan bagian dari Perang Sipil Inggris. Kedua kubu yakni Parlementer dan Royalist sama-sama menurunkan pasukan yang dilengkapi dengan crossbow dan juga pedang. Senapan dan meriam sudah mulai menjadi senjata yang cukup dominan, namun kedua kubu belum mampu untuk menjadikan senapan sebagai senjata standar bagi pasukan mereka kala itu.

Pemeragaan Perang Sipil Inggris. Sumber: Flickr

Namun, sejatinya penggunaan pedang dan panah tidak pernah benar-benar berakhir. Tercatat jika resimen bersenjatakan pedang dan panah masih aktif dalam berbagai pertempuran bahkan hingga awal abad ke-20. Beberapa contohnya adalah pasukan kavaleri Baskhir Rusia dalam Perang Napoleon. Mereka bahkan turut serta kala Rusia bertarung dengan pasukan Prancis di pinggiran Paris tahun 1814.

Sedangkan di awal abad ke-20, Dinasti Manchu (Tiongkok) masih memelihara dan menggunakan jasa resimen Mongol yang bersenjatakan Sabre (pedang bengkok) dan panah komposit.

Kavaleri Baskhir Rusia dalam pertempuran di pinggiran Paris tahun 1814.

Bahkan pedang masih digunakan dalam skala besar setidaknya hingga Perang Dunia I (1914–1918). Tercatat jika Pertempuran Haifa menjadi terakhir kalinya pedang (dan tombak) digunakan secara masif. Tepatnya dalam Charge of Jodphur bulan September 1918yakni ketika 400 orang resimen kavaleri Jodphur yang berisi pasukan kolonial India di bawah Inggris, melakukan serangan kavaleri ke posisi pasukan Jerman-Turki di Haifa. Momen tersebut menjadi terakhir kalinya pedang dan tombak digunakan secara besar-besaran dalam sebuah konflik.

Kavaleri Jodphur sebelum Pertempuran Haifa tahun 1918.

Pedang sendiri masih terus digunakan dalam konflik-konflik berikutnya kendati dalam skala yang lebih kecil. Perang Dunia II (1939–1945), pasukan Jepang masih kerap menggunakan katana (pedang samurai) kala bertarung melawan pasukan sekutu di Pasifik. Kavaleri Polandia juga terkenal dengan keberanian mereka di awal perang kala menantang pasukan modern Jerman dengan pedang dan tombak mereka.

LUKISAN KARYA ADOLF HITLER

 Alasan sekolah seni Wina menolak Adolf Hitler masuk adalah karena lukisan Hitler dinilai terlalu mentah.

Seperti yang kita lihat dalam beberapa karyanya

Bisa dilihat lukisan itu sebenarnya bisa ditambahi lebih semarak lagi sehingga lebih hidup.

Andai saja pihak sekolah itu tahu siapa Adolf Hitler di kemudian hari, kemungkinan besar mereka akan menerimanya dan menjadikan Hitler terkenal karena menjadi seniman besar.

Kenyataannya mereka menolak Hitler dan seiring berjalannya waktu menjadikan Hitler hilang harapan akan cita-citanya menjadi seniman. Hitler sendiri menjelma menjadi sosok megalomaniak terkejam sepanjang sejarah perang modern yang menyeret hampir seluruh benua Eropa ke dalam perang paling dahsyat yang mengakibatkan jutaan orang kehilangan nyawa.

MENGAPA SEPTIC TANK HARUS KEDAP AIR


Kalau mengacu pada SNI 2398:2017, pengertian dari septicktank yaitu "suatu ruangan kedap air terdiri dari satu/beberapa kompartemen yang berfungsi menampung dan mengolah air limbah rumah tangga dengan kecepatan aliran yang lambat, sehingga memberi kesempatan untuk terjadi pengendapan terhadap suspensi benda-benda padat"

Kalau dalam gambar, bentuknya kayak gini.

Mengapa septicktank perlu dibuat kedap air? Ya kembali lagi, karna fungsinya yang tertera seperti pada SNI diatas. Partikel2 benda padat tersebut idealnya tidak boleh sampai meresap kedalam tanah karna nantinya akan diurai oleh mikroorganisme tertentu yang hasil penguraian itu sebagian besar berupa gas metan dan dibuang ke udara melalui pipa hawa/pipa udara

Apakah gas metan berbahaya? Dalam intensitas sedikit, jika dilepas di udara bebas, tidak. Tapi cukup berbahaya jika bereaksi dengan api.

Jadi kalo nanti lihat ada pipa kayak gini nongol di halaman rumah, jangan iseng2 nyalain Korek dekat pipa itu ya. Bisa meledak tuh septicktanknya.

Nah..sampai disini paham kan?

Dari septicktank, air sisa dengan material padat yang sudah mengendap tersebut, akan dialirkan lagi menuju area yang namanya area PERESAPAN. dalam area peresapan, ada beberapa material yang disusun berlapis yang fungsinya untuk menyaring air. kalau buatan saya lapisan paling atas diisi batu kerikil, lapisan kedua tumpukan ijuk, dan lapisan ketiga diisi oleh arang. Setelah melewati lapisan material tersebut, keadaan air biasanya sudah jauh lebih bersih dibanding saat masuk ke septicktank. Nah air tersebut yang nantinya akan diresapkan lagi kedalam tanah..

Untuk lebih jelas, perhatikan gambar ini.

Jadi pada hakikatnya, septicktank memang dibuat kedap air karna fungsinya memang hanya sebagai tempat pengolahan sementara air limbah. Bukan tujuan akhir. Yang menjadi tujuan akhir dari air limbah tersebut adalah area resapan.

Friday, November 4, 2022

PERTEMPURAN "MAYAT HIDUP" DI PERANG DUNIA I

 Pertempuran ini terjadi selama Perang Dunia Pertama, yakni dari tanggal 6–7 Agustus 1915 di benteng Osowiec, Polandia.

Dinamai Dead Man karena pasukan Russia yang kala itu melawan Jerman, terlihat seperti Mayat Hidup (Zombie) yang tubuhnya berlumuran darah akibat serangan senjata kimia Jerman.

Cerita lengkapnya begini,

Kala itu di bulan Juli 1915, sekitar 900 pasukan Russia dikirim ke benteng Osowiec guna membendung serangan Jerman. Benteng Osowiec ini dikenal sebagai benteng yang tangguh, karena tidak ada yang bisa menembusnya sejak bentengnya dibangun.

Pasukan Russia di depan benteng Osowiec

Sebelum memasuki benteng Osowiec, musuh harus melewati 2 parit yang sangat berbahaya. Sistem pertahanan berlapis itulah yang membuat Russia hanya mengerahkan sedikit pasukan. Itu terbukti ketika Jerman melakukan serangan ke benteng itu. Ribuan Pasukan Jerman sama sekali tidak bisa menembus pertahanannya, mereka sendiri malah menderita kerugian korban, akibat serangan pasukan Russia yang bertahan di benteng.

Berbagai serangan Jerman sudah dilakukan, tetapi tetap nihil. Suatu ide yang sangat jahat muncul. Kalau mereka tidak bisa menembus benteng dengan serangan, maka senjata kimia adalah jalan terakhir. Para pasukan Russia tidak menyadari, bahwa musuh mereka sedang sibuk di lab untuk merancang senjata yang mematikan. Mereka menganggap bahwa Jerman sudah mundur dan menyerah.

Jerman sudah menyiapkan 30 tabung gas klorin untuk dilempar ke dalam benteng guna mengusir musuh. Kini mereka hanya menunggu cuaca yang mendukung. Ketika angin telah berada ke arah yang tepat, Pasukan Jerman segera melemparkan puluhan gas klorin ke arah depan benteng.

Angin yang kencang telah membuat gas beracun itu menyebar dengan cepat. Pasukan Russia yang tidak didukung oleh perlengkapan pelindung senjata kimia, sedang dalam bahaya besar. Ditambah ventilasi benteng yang sangat buruk. Karena tidak adanya alat pelindung, pasukan Russia memutuskan mengenakan kain yang dibasahi dengan air maupun air seni mereka, untuk menutupi wajah.

Gas itu benar-benar berbahaya, jika mengenai kulit maka akan membuat sensasi terbakar dan kulit bisa terkelupas/melepuh. Apalagi jika sampai dihirup, organ-organ dalam terutama pernapasan akan mengalami kerusakan parah. Ide gila dan jahat ini, dipelopori oleh Paul Von Hindenburg, yang kelak akan menjadi Presiden Republik Weimar.

Kembali ke inti,

Pasukan Jerman pada awalnya mengira bahwa seluruh Pasukan Russia telah tewas di benteng. Akan tetapi itu tak berlangsung lama, setelah mereka melihat setidaknya 60 pasukan Russia, keluar dengan keadaan penuh luka mengerikan. Mereka tidak hanya bergerak keluar saja, tetapi juga menyerang pasukan Jerman. 60 pasukan Russia itu dipimpin oleh komandan benteng itu sendiri, yakni Letnan Vladimir Karpovich Kotlinsky

Letnan Kotlinsky

Kemunculan pasukan Russia itu tentu mengejutkan dan mengerikan. Pasukan Jerman menganggap mereka adalah Zombie

 dari pasukan Russia yang telah mati. Mental mereka benar-benar runtuh ketika melihat pemandangan itu. 8000 pasukan dan 14 batalyon telah dibuat mundur oleh 60 Undead Russia.

Sayangnya, tak lama setelah pasukan Jerman dipukul mundur. Kotlinsky bersama beberapa rekannya akhirnya harus menyusul kawan-kawan mereka yang telah meninggal. Kotlinsky bersama beberapa rekannya dianugrahi gelar kehormatan beberapa saat kemudian.

Pertempuran ini sangatlah luar biasa. 60 pasukan Russia yang dianggap zombie, berhasil mengusir 8000 pasukan Jerman bersama 14 Batalyon nya. Pertempuran ini seperti gabungan antara pertempuran biologis dengan pertempuran moral. Terlihat cukup mustahil jika Pertempuran ini akhirnya dimenangkan Russia.

Runtuhnya moral pasukan Jerman itu wajar ya. Mereka sudah melihat ribuan mayat dari pasukan musuh, kini mereka melihat 60 mayat hidup (zombie) yang sudah dianggap urban legend mengerikan selama Perang Dunia Pertama.

Pada akhirnya, pertempuran ini telah membuat 800 nyawa pasukan benteng Osowiec tewas, atau 90% dari keseluruhan pasukan yang ada. Sedangkan Jerman menanggung ribuan korban jiwa, tetapi persentasenya tidaklah separah Russia.

Peristiwa ini, diabadikan dengan lagu Sabaton yang berjudul Attack of The Dead Man, sesuai nama pertempurannya.

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...