Saturday, December 3, 2022

TAKTIK BRUTAL DALAM PERANG VIETNAM-KAMBOJA

 Taktik membunuh yang dilakukan rezim Maois dari Khmer Merah saat melawan Vietnam di perang Vietnam-Kamboja adalah salah satu dari taktik militer paling brutal di dalam sejarah. Singkatnya, taktik ini dapat digambarkan dengan jelas hanya dalam tiga kata:

"Satu Bunuh Tiga puluh"

Taktik militer yang kejam ini dicetuskan langsung oleh Pol Pot, Pemimpin tertinggi faksi Khmer Merah sekaligus pemuja "Paham Mao Zedong" atau dikenal dengan sebutan Maois Cina.

Dengan sebuah pidato yang disampaikan melalui Radio Phnom Penh pada tanggal 15 Mei 1978, dia merangkum taktik militer ini dengan kata-kata penuh makna seperti ini:

"Dalam hal jumlah, satu orang harus membunuh 30 orang Vietnam…dan 1,000,000 orang Kamboja setara dengan 30,000,000 orang Vietnam…kita hanya butuh 2,000,000 pasukan untuk menghancurkan 50,000,000 orang Vietnam, dan kita masih menyisakan 6,000,000 orang Kamboja."

Mr. Saloth Sar atau "Kamerad Pol Pot", Pemimpin tertinggi Rezim Khmer Merah

Apa yang Pol Pot katakan? "Satu orang harus membunuh 30 orang Vietnam." Bahkan, berdasarkan perhitungannya, taktik ini adalah taktik yang sempurna untuk "menghabisi 50,000,000 orang Vietnam", dengan mengorbankan nyawa 2,000,000 orang Kamboja juga.

Pidato yang dikenal sebagai "Pidato bersejarah" ini direkam secara utuh dan telah menjadi bukti nyata bagi Dewan Luar Biasa Pengadilan Kamboja untuk menyelidiki lebih jauh tentang kejahatan perang dan pembantaian yang dilakukan oleh Khmer Merah.

Bagaimana rezim Khmer Merah dapat menerapkan taktik militer yang brutal semacam ini hingga menjadi kenyataan? Berterima kasihlah pada dukungan militer yang kuat dari Republik Tiongkok, mereka benar-benar melakukan "Pekerjaan yang luar biasa"!

Nyonya Duong Thi Nien sedang berdiri di depan desanya yang luluh-lantak di Provinsi Tay Ninh.

Mari kita lihat kasus di Desa Tan Thanh di Provinsi Tay Ninh, Vietnam. Desa yang terletak di perbatasan Vietnam-Kamboja ini tiba-tiba diserang oleh pasukan Khmer Merah pada tanggal 25 September 1977.

Hanya dalam beberapa jam, desa ini dibumi-hanguskan, bersama dengan sebagian penduduknya! Sekarang, sebuah monumen peringatan telah dibangun di dalam desa ini, dengan pernyataan orang Vietnam sebagai berikut:

"Penyerangan yang sangat sadis, pasukan Khmer Merah memenggal, merobek perut penduduk desa, mencabut hati mereka, melempar anak-anak ke dalam api, mengubur hidup-hidup, membantai banyak keluarga dan tempat perlindungan termasuk 16, 17 tempat dihancurkan. 592 penduduk desa kehilangan nyawa mereka. Disini, di belakang Sekolah Dasar Tan Thanh, 11 orang guru telah dibunuh."

Kuburan para korban Khmer Merah di desa Tan Thanh, komunitas Tan Lap, Kabupaten Tan Bien, Provinsi Tay Ninh, Vietnam

Para wartawan internasional meliput desa Tan Thanh yang hancur

Sayangnya, desa Tan Thanh bukanlah satu-satunya desa yang menjadi contoh dari kejahatan perang Khmer merah. Banyak desa-desa Vietnam yang dihancurkan dan dijarah oleh pasukan Khmer Merah, sedangkan para penduduknya dihabisi hingga tak bersisa.

Sebuah desa yang hancur di Provinsi An Giang, Vietnam, April 1977

Selama kurun waktu empat tahun saja (1975–1979), sepuluh ribu nyawa rakyat Vietnam telah hilang karena keganasan para algojo Pol Pot.

Berdasarkan laporan Luu Van Loi, seorang diplomat Vietnam, perang di perbatasan yang digaungkan oleh Pol Pot dan pasukannya telah menghabiskan sekitar "79,860 korban jiwa, atau 74% dari korban jiwa yang gugur dalam pemberontakan melawan Perancis."

(Luu Van Loi, "50 Years of Vietnamese Diplomacy (1945–1995)", hal.376, The Gioi Publishers, Hanoi, 2006)

Para wartawan asing yang berada di lokasi Pembantaian Ba Chuc, Provinsi An Giang, 1978

Pada tanggal 18 April 1978, keganasan Khmer Merah mencapai puncaknya dengan membunuh 3,157 orang Vietnam di Komunitas Ba Chuc, Provinsi An Giang, menggunakan teknik membunuh yang persis seperti yang mereka lakukan di Pembantaian Tan Thanh beberapa bulan sebelumnya. Mr. Nguyen Van Kinh, seorang saksi mata dari Pembantaian Ba Chuc, menggambarkan kejahatan yang dilakukan oleh pasukan Khmer Merah sebagai berikut (3):

"Istriku dan keempat anakku, juga enam cucuku dibunuh. Sebelum dibunuh, mereka melucuti semua perhiasan dan barang berharga. Lalu, menggerakan seluruh kelompok untuk menembak dan membunuh penduduk desa. Ketika aku terbangun, aku memperhatikan sekelilingku dan melihat banyak mayat bergelimpangan. Aku tercengang ketika melihat cucuku sedang menyusu dari dada ibunya, dan disampingnya, anakku yang kusayangi terbaring tak bergerak dalam genangan darah."

Tentara Vietnam selama perang melawan rezim Khmer Merah

Pembantaian Ba Chuc juga menjadi alasan utama Vietnam melancarkan intervensi militer dan juga menjadi alasan kehancuran rezim Khmer Merah beberapa bulan kemudian, pada Januari 1979.

Vietnam tidak memiliki pilihan, kecuali melawan balik rezim pembantai Maois Kamboja untuk melindungi keselamatan negaranya.

Sekali lagi, saya berharap anda sebagai pembaca akan mengetahui lebih banyak tentang taktik "Satu Bunuh Tiga puluh," yang diperkenalkan oleh Pol Pot dan "komrad" Khmer Merah miliknya. Bagaimanapun, taktik ini seharusnya menjadi salah satu diantara taktik militer yang paling brutal di dalam sejarah.

Friday, December 2, 2022

PENYEBAB TERJADINYA PERANG DUNIA I

 Sebelum perang dunia pertama kondisi benua Eropa bisa dibilang tidak stabil karena banyak terjadi pertentangan serta persaingan industri dan militer antar negara Eropa. Dengan adanya pertentangan yang terjadi, beberapa negara Eropa akhirnya membentuk aliansi. Pada 1882, terbentuklah Triple Aliance yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia.

Kemudian disusul 1907, negara seperti Inggris, Prancis, dan Rusia membentuk aliansi yang bernama Triple Entente. Aliansi-aliansi tersebut terbentuk karena ada rasa ketakutan dan ambisi pada tiap aliansi. Sebelum perang dunia I dimulai, ada konflik wilayah antara Serbia dengan Austria-Hungaria, negara Eropa lain yang juga banyak ikut campur membuat konflik semakin panas.

Pemicu utama yang membuat terjadinya perang dunia 1 adalah terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand, sebagai pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria.

Pada Juni tahun 1914, kelompok teroris Serbia-nasionalis yang disebut juga sebagai Tangan Hitam yang mengirimi kelompok untuk membunuh Archduke. Pada percobaan pertamanya mereka gagal saat seorang pengemudi ini menghindari granat yang dilemparkan ke mobil mereka. Namun pada hari yang sama seorang nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip kemudian menembak Archduke serta istrinya ketika mereka sedang berkendara melalui Sarajevo, Bosnia yang merupakan bagian dari Austria-Hongaria. Pada Akhirnya, Archduke dan istrinya akhirnya meninggal karena luka yang mereka alami.

Pembunuhan ini sendiri sebenarnya terjadi sebagai protes terhadap Austria-Hongaria yang memiliki kendali atas wilayah Herzegovina dan Bosnia. Serbia sendiri ingin mengambil alih wilayah-wilayah ini. Pembunuhan Ferdinand ini menyebabkan Austria-Hongaria dalam mendeklarasikan perang terhadap Serbia. Dalam perang antara Serbia dan Austria-Hongaria, Rusia membantu Serbia. Atas dasar itu Jerman kemudian tak bisa diam lalu membantu Austria-Hongaria melawan Rusia dan Serbia. Anggota aliansi Rusia sendiri di antaranya Inggris dan Prancis memerangi Jerman, karena menyerang Rusia.

Jerman yang berkoalisi dengan Austria-Hongaria juga melancarkan serangan ke Belgia yang pada saat bersamaan juga terikat perjanjian dengan Perancis dan Inggris. Hal ini kemudian memicu kedua negara tersebut juga ikut memerangi Austria-Hongaria. Pada tahun 1915, Italia membelot ke Triple Entente dan meninggalkan Triple Alliance karena perjanjian berupa wilayah Dalmatia yang pada saat itu tengah diduduki oleh Hungaria dan Austria. Setelahnya Turki Usmani memutuskan bergabung dengan Triple Alliance karena merasa memiliki musuh yang sama yaitu Rusia.

Sehingga terjadilah perang dunia I yang melibatkan kubu Triple Aliance yang terdiri atas Austria-Hongaria, Jerman, serta Bulgaria dan Turki Usmani, sedangkan kubu Triple entente terdiri atas Rusia, Inggris, Perancis, dan Italia. Nantinya juga akan ada beberapa negara lain yang ikut dalam perang ini.

Pada saat konflik yang terjadi, pada 1917 Rusia menarik diri dari peperangan. Penarikan diri ini disebabkan situasi negara yang tidak terlalu kondusif. Tahun yang sama juga muncul perjanjian Brest-Litovsk berisi Rusia tak lagi terlibat dengan Perang Dunia I. Kemudian pada tahun 1918 terjadi “Serangan Seratus Hari” yang diluncurkan oleh kubu Triple Entente. Garis pertahanan Jerman di Front Barat sendiri mendapatkan serangan-serangan hebat secara bertubi hingga akhirnya Jerman menyerah. Pernyataan kekalahan ini sendiri akhirnya diikuti oleh negara-negara lain yang tergabung di dalam Triple Alliance. Berturut-turut yang terlibat adalah Bulgaria, Turki Usmani, dan Austria-Hongaria hingga mengibarkan bendera putih. Perang Dunia I sendiri akhirnya resmi berhenti tanggal 11 November 1918.

BAGAIMANA ARCHIMEDES MENYADARI MAHKOTA RAJA TIDAK TERBUAT DARI EMAS

 Hiero II, tiran Syracuse, memerintahkan seorang pandai emas untuk membuat mahkota emas murni. Dia memberinya emas sebanyak yang pandai emas minta, tetapi begitu pekerjaan selesai, dia tidak bisa menahan rasa curiga. Bagaimana jika tukang emas mengganti sebagian emas dengan perak dengan berat yang sama dan menyimpan sisanya? Perak jauh lebih murah daripada emas, sehingga itu bisa saja dilakukan. Dari luar, mahkota memang terlihat emas, tetapi bagaimana Hiero bisa yakin tentang bagian dalamnya?

Dalam kasus seperti itu, hanya ada satu hal yang bisa dilakukan seseorang untuk mengetahui kebenaran: menghitung volume objek. Emas dan perak tidak memiliki kepadatan yang sama, yang berarti sepotong emas dan sepotong perak dapat memiliki berat yang sama tetapi volume yang berbeda atau volume yang sama tetapi berat yang berbeda. Untuk lebih spesifik, 1 kilo perak menempati volume 95,33 ccm, sementara 1 kilo emas menempati volume 51,76 ccm. Jika mahkota itu memiliki berat 1 kilogram tetapi memiliki volume yang lebih besar dari 51,76 ccm, itu berarti tukang emas telah curang.

Tetapi inilah masalahnya: mahkota tidak memiliki bentuk yang pasti — mahkota bukan bola, piramida, kubus, atau kuboid. Bagaimana Anda bisa menghitung volume sesuatu yang memiliki begitu banyak permukaan yang tidak rata, tonjolan, titik, dll? Hiero menemui jalan buntu, jadi dia meminta bantuan Archimedes.

Archimedes menghabiskan beberapa waktu untuk berpikir, tetapi tidak berhasil. Tidak ada perhitungan volume mahkota yang cukup akurat. Dia menjadi begitu terobsesi dengan masalah itu sehingga dia hampir tidak bisa memikirkan hal yang lain. Suatu hari, ketika dia masuk ke bak mandinya, dia mendapat ide. Dia memperhatikan bahwa ketika tubuhnya turun, tingkat air naik. Dengan melakukan beberapa tes sederhana, ia menyadari bahwa volume air yang keluar sama dengan volume objek yang sedang tenggelam. Lebih baik lagi, berat dan bentuk objek tidak relevan. Dengan menggunakan ketinggian air sebagai indikator, ia sekarang dapat menghitung volume apa pun, terlepas dari berat atau bentuknya.

Dan kelanjutan ceritanya, Archimedes keluar dari bak mandi dan berlari melalui jalan-jalan kota dengan telanjang dan gembira, berteriak dalam bahasa Yunani: "(H)eureka!" ("Aku sudah menemukannya!"). Keesokan harinya, dia mengambil emas murni dengan berat yang sama dengan mahkota, menenggelamkannya ke dalam bak dan mengukur seberapa tinggi tingkat air naik. Kemudian dia melakukan hal yang sama dengan mahkota. Tingkat air naik lebih tinggi, menunjukkan bahwa tukang emas memang curang.

Dua catatan:

  1. Kisah ini pertama kali muncul dalam karya Marcus Vitruvius Pollio, yang hidup beberapa abad setelah Archimedes. Apakah itu kisah nyata atau tidak masih diperdebatkan.
  2. Yang disebut Prinsip Archimedes menggambarkan fenomena yang berbeda.

Thursday, December 1, 2022

APAKAH MAGAZIN STEN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEGANGAN UNTUK MENEMBAK

 Tidak, hanya mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara kerja STEN akan memegangnya di magazin dimana hal itu juga mempengaruhi keakuratan dari STEN sendiri.

Saat saya dilatih oleh mantan tentara Inggris tentang bagaimana memegang dan menembakkan STEN dengan benar beliau mengajarkan caranya seperti dibawah :

Begitu juga dengan menembakkan MP38 dan MP40 dimana yang dipegang adalah bagian bawah senjatanya dan bukan magazinnya.

STAHLHELM SALAH SATU BAGIAN DARI PAKAIAN KESELAMATAN TENTARA JERMAN PADA ZAMAN PERANG DUNIA

 Helm ini diberi nama Stahlhelm yang kurang lebih artinya adalah 'helm besi', mulai digunakan pada tahun 1916 oleh pasukan Jerman yang berada di dekat Verdun.

Pasukan Jerman di dalam Trench Kiev (Parit Kiev) 1941.

Tujuan utama pembuatan helm ini adalah untuk melindungi prajurit dari peluru sharpnel dan fragmen granat, terbukti jumlah korban cedera kepala serius menurun drastis dibandingkan dengan ketika sebelum mengenakan Stahlhelm.

Berikut fakta-fakta kelebihan helm Stahlhelm buatan Jerman :

  • Helm ini memiliki fitur resistensi anti peluru, tembakan pistol 9mm Luger dan 45 ACP hanya bisa mempenyokan permukaan luarnya saja.
  • Helm Stahlhelm didesain sedemikian rupa supaya memberikan proteksi maksimal pada kepala bagian Lobus frontal (depan), yang mengendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi, dan kepribadian. Bagian otak ini dianggap paling penting.
  • Agar tidak terlihat musuh, helm ini sengaja diberi warna gelap, biasanya warna cat helm ini adalah abu kehijauan, cat yang digunakan bertekstur matte sehingga tidak memantul (glossy) saat terkena cahaya. Fitur ini sangat membantu terutama saat perang parit (trench war) karena pada waktu itu bagian kepalalah yang paling tereskspos.
  • Menjelang PD2 Jerman sempat mengekspor Stahlhelm varian M1935 ke negara-negara lain seperti RRC dan Spanyol.
  • Harga Stahlhelm cenderung lebih mahal dari helm militer biasa, helm ini terbuat dari berlapis-lapis logam yang membuatnya juga lebih sulit untuk diproduksi.
  • Kebanyakan helm militer modern saat ini adalah modifikasi dari Stahlhelm.

INI CERITANYA LABU MENJADI IDENTIK DENGAN PESTA HALLOWEEN

 Versi asli legenda Jack'o'Lantern sebenarnya tidak menggunakan labu loh. Melainkan legenda Jack'o'Lantern yang berasal dari Irlandia justru menggunakan lobak.

Jack si Pelit (sumber : Ripley's Believe It Or Not)

Ritual Samhain dari bangsa Kelt (Celtic)

Ritual Samhain (dibaca "Soo-when", atau "Soo-ween") yang dirayakan oleh bangsa Kelt merupakan akar dari perayaan Halloween modern yang kita rayakan sekarang ini (bagi yang merayakan). Samhain sendiri merupakan sebuah festival tahun baru bangsa Kelt, di mana kata "Samhain" sendiri berarti "akhir musim panas" yang menandakan musim panen. Di tanggal tersebut bangsa Kelt percaya bahwa pintu antara dunia nyata dengan dunia arwah terbuka, sehingga para arwah bisa datang kembali mengunjungi yang masih hidup. Untuk mencegah datangnya arwah-arwah jahat, maka orang-orang yang masih hidup mengukir bentuk wajah-wajah seram menggunakan lobak atau kentang yang baru saja dipanen oleh para petani. Di festival Samhain ini orang-orang juga mengenakan kostum agar tidak dikenali oleh arwah-arwah getayangan yang mungkin mencari mereka.

Legenda Jack the Stingy (Jack si Pelit)

Ritual Samhain ini lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah legenda di abad ke-18. Seperti legenda-legenda pada umumnya, legenda Jack the Stingy juga memiliki beberapa versi. Pada intinya, legenda Jack the Stingy menceritakan seorang pria bernama Jack yang melakukan kesepakatan dengan Setan (the Devil), bukan hanya sekali, melainkan dua kali.

Pada perjanjian pertamanya, Jack mengundang the Devil untuk minum, tapi berhubung ia pelit ia meminta the Devil untuk mengubah dirinya menjadi sebuah koin, sehingga Jack tidak perlu membayar minuman mereka. Setelah the Devil menjadi sebuah koin, Jack langsung mengantunginya di kantungnya yang berisikan salib. The Devil tidak bisa kembali ke wujud asalnya. Sehingga Jack berhasil menarik janji dari thr Devil bahwa ia tidak akan mengambil roh Jack, serta tidak akan mengganggu Jack selama setahun.

Setahun kemudian, Jack sadar bahwa perjanjiannya dengan the Devil telah berakhir. Jack memanjat sebuah pohon tinggi dan mengukir tanda salib di pohon tersebut. Sehingga, pada saat the Devil datang untuk mengganggunya, ia kembali tertahan. Jack berhasil sekali lagi menarik janji dari the Devil untuk tidak mengganggunya selama 10 tahun, serta tidak mengambil rohnya.

Belum sampai sepuluh tahun kemudian, Jack meninggal. Namun, Tuhan tidak mau menerima rohnya karena sifatnya yang pelit dan licik (cerdik?). Di sisi lain, the Devil juga tidak mau menerima Jack. Sehingga arwah Jack harus bergentayangan di dunia dengan bekal sebatang batu bara yang ia gunakan untuk menerangi jalanan yang ia lalui. Jack menaruh batu bara tersebut ke dalam sebuah lobak yang telah dilubangi. Arwah Jack disebut sebagai Jack of the Lanterns, atau singkatnya Jack’o’Lantern.

Penggunaan labu di Amerika Serikat

Berhubung banyak imigran dari Irlandia yang datang ke AS di abad ke-19, tradisi tersebutpun dibawa ke tanah baru mereka. Bedanya, di AS para imigran Irlandia tersebut mengukir labu, yang memang merupakan tanaman asli dari benua Amerika yang telah dibudidayakan oleh para Native Americans, diperkirakan sejak 9000 tahun yang lalu (tahun 7000 SM).

Para imigran dari Irlandia tersebut menemukan bahwa lebih mudah mengukir muka-muka menyeramkan untuk ritual mereka dengan menggunakan labu. Oleh karena itulah labu sekarang identik dengan perayaan Halloween.

TOKOH DALAM SEJARAH YANG SERING TERLUPAKAN

 Pada tahun 1614, seorang pedangang Belanda yang bernama Pieter van der Broeck menyeludupkan sebuah barang indah yang sekarang kita tidak bisa hidup tanpanya, menjadi pemicu bangsa Eropa untuk melakukan penjajahan di dunia, dan pendorong modernisasi: kopi. Bersamaan dengan gula dan tembakau, jenis makanan ini sangat mengubah pola makan, gaya hidup, budaya, ekonomi, dan sejarah.

Asal muasal kopi tidak jelas, tapi dari catatan resminya, kopi pertama kali ditanam pada pertengahan abad ke-15 ketika para petani Arab di Yaman membudidayakan tanaman liar dari Ethiopia. Di Yaman lah, biji kopi dipanggang dan diseduh dan cara ini masih dilakukan sampai saat ini. Kopi digunakan untuk ritual sufi, tetapi benda ini tersebar dengan sangat cepat di seluruh Yaman. Pada pertengahan abad ke-16, Istanbul sudah memiliki 600 kedai kopi.

Pada abad ke-17, kopi sangat populer di Eropa. Minuman eksotis ini menjadi simbol status sosial di Eropa yang pada saat itu mengalami pesatnya laju urbanisasi. Kedai kopi menjadi tempat untuk bertukar pikiran, mencari intelektual baru, dan mendapatkan inspirasi untuk karya seni. Kopi dan teh menjadi minuman yang dapat diterima karena benda ini membantu kita untuk berfungsi lebih baik dan menjadi pendorong revolusi industri serta sistem ekonomi modern. Sebelum ditemukanya kopi, orang-orang sering mabuk. Kopi membuat orang-orang tidak mabuk dan menjadi pekerja yang produktif.

Sampai saat itu, kopi yang diimpor ke Eropa berasal dari Jazirah Arab dimana negara adidaya Eropa (Inggris, Prancis, Belanda, Portugal, dan Spanyol) tidak memiliki kontrol terhadap komoditas kopi. Pieter van der Broeck tidak menyangka bahwa penyeludupan kopi mendorong negara adidaya Eropa untuk bersaing melawan satu sama lain untuk mendirikan kebun kopi di daerah jajahannya dan monopoli kopi oleh Kesultanan Utsmani berakhir.

Setelah itu, Belanda mengalahkan Portugis dan mendapatkan Sri Lanka. Kebun kopi mulai tersebar di seluruh Sri Lanka dan di India Selatan. Lalu, Belanda memperkenalkan tanaman kopi di Pulau Jawa, Indonesia.

Tidak mau melewatkan kesempatan yang menggiurkan ini, seorang Perwira Angkatan Laut yang berani, Gabriel de Clieu memotong dan mencuri potongan tanaman kopi yang diberikan ke Raja Louis XIV dan membawanya ke Martinique, Karibia. Dia berhasil menanam kopi di Martinique dan dalam beberapa tahun kemudian, kebun kopi tersebar di seluruh Martinique dan pulau sekitarnya. Kopi menjadi komoditas yang sangat menguntungkan.

Pada tahun 1727, Pemerintah Brazil memutuskan untuk terlibat dalam permainan penanaman kopi. Brazil mengirimkan Kolonel Francisco de Mello Palheta untuk misi mencuri sebuah tanaman kopi dari Prancis. Palheta berteman dengan istri Gubernur Guyana Prancis dan Palheta menerima sebuah potongan tanaman kopi sebagai hadiah. Dari situlah, Brazil tumbuh menjadi negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Inggris berhasil bangun dari tidur panjangnya dan mengusir Belanda dari Sri Lanka pada tahun 1796 dan menambah lebih banyak lagi kebun kopi. Sri Lanka pernah menjadi negara penghasil kopi terbesar di dunia dalam beberapa jangka waktu.

Sangat ironis kalau kedai Kopi pernah menjadi bibit penggerak revolusi melawan tatanan sosial lama di Barat, namun di lain sisi perdagangan kopi juga membuat jutaan orang diperbudak dan ditelantarkan di daerah jajahan. Sekarang, kopi menjadi tanaman penghasil uang yang penting dan menjadi komoditas ekspor nomor dua paling berharga di negara-negara berkembang. Lebih dari 90% produksi kopi berlangsung di negara berkembang, kebanyakan di Amerika Selatan sedangkan konsumser kopi kebanyakan di negara industri. Produksi kopi tergantung kepada tenaga kerja murahan; pekerjanya bekerja keras tetapi tidak mendapatkan upah yang layak. Perdagangan kopi yang adil menjadi isu politik yang sedang berlangsung sampai sekarang.

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...