Friday, November 4, 2022

JENDRAL PALING JAHAT YANG TIDAK DIKETAHUI BANYAK ORANG

 Jendral Prancis dari keturunan Africa ini dikenal sangat kejam hingga Napoleon saja iri padanya. Para musuh menjulukinya "Black Devil" atau "Iblis Hitam". ( note : kejam / tangguh)

  • Ayahnya adalah bangsawan Prancis dan ibunya seorang wanita Haiti. Dia dibesarkan dengan gaya khas aristokrat. Bahkan ayahnya tidak mengeluarkan biaya apa pun untuk pendidikan militernya.

Untuk seorang pria di abad ke-18, Black Devil memiliki tubuh tinggi besar yang menakutkan. Tingginya enam kaki dengan lebar tubuh dua kaki dan sangat kuat (atau setara dengan tinggi 182 cm dan lebar tubuh 61 cm). Thomas-Alexandre Dumas jelas seperti Hercules.

Sewaktu Revolusi Prancis, ia bergabung dengan tentara Prancis dan dalam waktu singkat mendapat kenaikan pangkat hasil dari keahlian pedangnya, kekuatan, dan kecerdikannya dalam taktik perang. Dia mendapat kemuliaan serta ketenaran, dan semua orang di Paris mengetahui namanya.

Berikut adalah daftar kekejamannya:

  • Dia mengalahkan selusin tentara Austria sendirian, menangkap dua belas orang sebagai tawanan dan berhasil membawa mereka ke kamp nya. Dia bahkan mengulang kejadian ini dua kali dan menangkap enam belas tahanan pada saat itu.
  • Thomas-Alexandre Dumas tidak takut memimpin pasukannya ke medan tempur dari depan. Dia berhasil mengalahkan kavaleri Austria, merebut kota dan menangkap 1500 tahanan dalam sehari!
  • Ketika kudanya tertembak, Jendral ini menolak untuk menyerah dan menggunakan tubuh kudanya yang mati sebagai tameng dari tembakan. Saat tentara musuh mendekat, ia memukul dan menjatuhkan mereka. Thomas juga berhasil menahan pasukan musuh sampai bala bantuan datang.
  • Dia menyelamatkan desa tempat tinggal calon istrinya selama Revolusi Prancis dan itulah cara mereka bertemu dan jatuh cinta.

Dumas menjadi jenderal dalam kampanye Napoleon di Mesir karena kehebatannya dalam medan perang dan reputasinya yang hebat sebagai ahli taktik militer.

Ia juga terkenal karena berhasil merebut masjid besar Al-azhar, Kairo yang menjadi pusat pemberontakan dan membubarkan para pemberontak saat itu. (sumber : https://www.clevelandart.org/art/1965.310)

Bertahun-tahun setelahnya, Napoleon menugaskan seorang seniman untuk melukis kemenangan ini dalam sejarah. Ia melukiskan dirinya sendiri memasuki masjid dan malah menghapuskan peran Jendral Dumas.

  • Pemberontakan di Kairo akan benar dalam sejarah jika seorang pria kulit hitamlah yang membawa pedang.

Dibanding dengan postur Napoleon yang kecil, Jendral Dumas memiliki postur tubuh yang gagah dan ini juga menimbulkan kecemburuan. Seorang pemimpin medis bakan menulis bahwa orang-orang mesir kecewa saat mereka melihat Napoleon, tentang betapa "pendek dan kurusnya dia". Ia membamdingkannya dengan postur Dumas serta fisiknya yang kuat, Ia terlihat tangguh seperti centaur ketika duduk di atas kudanya. Penduduk sering salah mengira, menanggap dia sebagai pemimpin ekspedisi.

Berbeda dengan anak buah lainnya, Dumas tidak takut untuk menyampailan pikirannya dan mengkritik kampanye Mesir. Apalagi setelah Laksamana Nelson mengalahkan angkatan laut Prancis.

Setelah pertengkaran panjang, Dumas meninggalkan kampanye Mesir untuk kembali ke Prancis namun ia ditangkap di atas kapal dan mendekam di penjara selama dua tahun.

Setelah dibebaskan, Napoleon tetap kejam hingga akhir dan menutup segala bantuan keuangan bagi Dumas serta keluarganya. Ketika salah satu jenderal Napoleon menyebut nama Jenderal Dumas, Kaisar Napoleon menghentakkan kakinya dan berkata, "Saya melarang anda membicarakan orang itu dengan saya".

Thomas-Alexandre Dumas meninggal pada 1806. tetapi harapan Napoleon untuk menghilangkan kejayaannya tidak membuahkan hasil.

Sebelum kematiannya, dia menceritakan kisah-kisah tentang hari-harinya yang penuh petualangan dan heroik pada putra kecilnya, Alexandre Dumas. Sedangkan sang putra tumbuh menjadi penulis terkenal dan tersohor dari "The Three Musketeers" dan "The Count of Monte Cristo."

Alexandre Dumas menghidupkan ayahnya dalam kisah-kisahnya yang penuh kejayaan, kehormatan, kesatriaan dan kepahlawanan.

APAKAH BENAR PADA SAAT PERANG DIPONEGORO PASUKAN DIPONEGORO HANYA MENGGUNAKAN KERIS SAJA

 Pelajaran sejarah di sekolah kita itu--entah mengapa--sering melupakan hal-hal yang penting dan terpana dengan romantisme. Misalnya pejuang Indonesia mengandalkan bambu runcing dalam Perang Kemerdekaan 1945-1949. Atau seperti ini, keris dalam Perang Diponegoro.

Lihat adegan Serangan ke benteng di Plered--yang menjadi kekalahan pertama Diponegoro--yang digambar oleh van J.P De Veer sekitar tahun 1900 ini.

Pasukan Belanda menggunakan standar militer Eropa saat itu, senapan dengan bayonet terhunus. Tapi lihat pasukan Diponegoro yang mempertahankan benteng, bagian atas benteng Plered, dekat Yogyakarta. Tampak mereka sedang membidikkan senapan.

Pasukan Diponegoro memang sudah menggunakan senjata modern. Sejarawan Peter Carey menulis catatan seorang komandan lapangan Belanda, setelah mengalahkan unit elit Diponegoro di dekat Gombong. Pasukan Diponegoro, catat komandan Belanda itu, senjatanya bagus, model standar senapan flint lock pasukan Prusia.

Mereka juga pintar soal artileri. Saat Pangeran Diponegoro mengepung Yogyakarta pada 1825, Pangeran Natapraja (Raden Mas Papak) melihat bahwa peluru meriam pasukan keraton pro Belanda di Yogyakarta, terlalu tinggi. Penyebabnya, kata Pangeran Natapraja, mesiunya terlalu banyak.

Untuk senjata api, produksi utama untuk pasukan Diponegoro ada di Kuta Gede. Di sana, warganya banyak yang menjadi perajin logam, sehingga bisa membuat pelatuk senapan dan semacamnya.

Selain itu, pasukan Diponegoro juga memproduksi peluru dan mesiun di Pandak Bantul atau Samigaluh dan Deksa di Kulon Progo.

Belerang untuk bahan baku mesiu, dilaporkan didatangkan dari Ijen (Bromo).

Selain itu, pasukan Diponegoro juga membeli mesiu selundupan. Pedagang Tionghoa--yang di awal perang banyak menjadi sasaran--belakangan banyak yang menjadi penyelundup senjata. Bahkan ada penyelundup dari Semarang, yang membawa mesiu dan disamarkan dalam ikan asin.

Kuli gladak--tukang angkut tradisional di Jawa, yang jumlahnya saat itu puluhan ribu orang--juga banyak menyelundupkan mesiu ini.

Bahkan ada laporan penampakan kapal dagang Inggris atau Amerika yang membuang sauh di muara Progo. Diduga mereka membawa senjata selundupan, untuk pasukan Diponegoro.

Selain senjata api, mereka juga mengandalkan tombak panjang. Lihat gambar dalam buku kenangan François Vincent Henri Antoine de Stuers, menantu Jenderal De Kock, yang juga ikut dalam sejumlah pertempuran saat Perang Diponegoro.

Lihat gambar saat Pangeran Diponegoro tiba di Meteseh, dekat Magelang, sebelum penangkapan pada 1830. Pasukannya tampak didominasi tombak sangat panjang.

Meskipun senapan flint lock ini jauh lebih cepat diisi daripada senapan sundut dari abad sebelumnya, tapi masih membutuhkan waktu untuk mengisi ulang. Itu mungkin, sebabnya, pasukan Diponegoro masih menggunakan tombak, senjata yang sangat efektif untuk pertempuran jarak dekat.

Taktik selama beberapa abad sebelumnya, pasukan tombak ini akan menyerang saat musuh sedang mengisi senapan. Sebelum ada bayonet, pasukan senapan bahkan biasa dilindungi pasukan tombak, untuk menahan musuh yang menyerang saat mereka mengisi peluru dan mesiu ke senapan. Kalau pasukan senapang tidak dijaga pasukan tombak, gampang dihancurkan. Seperti pasukan Kapten Tack saat dihancurkan Untung Surapati, karena hanya bahwa pasukan senapan, tidak membawa pasukan tombak.

Tombak Jawa itu ukurannya sangat panjang, mungkin sekitar 3 meter. Gambar versi Belanda itu cukup akurat memperlihatkan panjang tombak. Bandingkan dengan panjang tombak yang dibawa prajurit Keraton Yogyakarta sekarang.

Bagaimana dengan keris?

Menurut Peter Carey, para petani sering menggunakan keris untuk membantu pasukan reguler Diponegoro dalam penyergapan. Keris itu mereka ikat ke batang bambu, sehingga mirip tombak. Setelah ikut penyergapan, bambunya dibelah dan kerisnya disimpan kembali dengan gampang. Mereka akan menjadi petani biasa kembali, dan Belanda kesulitan menangkapnya.

MENGAPA TIDAK ADA YANG MENYELAMATKAN TZAR NIKOLAI II SAAT HENDAK DIEKSEKUSI

 Sebetulnya ada yang berusaha menyelamatkan Tsar Nicholas II.

Tsar Nicholas II, atau lebih dikenal dengan Tsar Nikolai II, adalah Tsar Rusia terakhir yang bertahta dari 1 November 1894 hingga 15 Maret 1917. Nicholas II tumbang karena lahirnya berbagai revolusi kaum kiri yang dikenal sebagai Kaum Bolshevik.

Hingga akhir pembubarannya, Kekaisaran Rusia bisa dikatakan sebagai salah satu monarki absolut terakhir di Eropa. Soalnya hingga akhir, Rusia tidak punya parlemen yang terpilih secara demokratis. Kekaisaran Rusia sering disebut sebagai negara semi monarki konstitusional karena meski punya parlemen, anggotanya berasal dari golongan aristokrat.

Mungkin ini sudah banyak yang tahu, tapi Nicholas II itu bersepupu dengan King George V yang bertahta di Britania Raya. Tapi miskonsepsinya adalah mereka bersepupu dari garis pertalian darah dengan Queen Victoria. Ini salah.

Nicholas II dan George V bersepupu lewat garis keturunan maternal yang berasal dari Denmark. Ibu George V, Alexandra of Denmark

 yang dinikahkan dengan Edward VII (anak sulung Queen Victoria). Sementara Nicholas II adalah putra dari Tsar Alexander III dan Dagmar of Denmark . Untuk menghindari sentimen asing, Dagmar of Denmark dikenal sebagai Maria Feodorovna di Rusia.

Nah, Alexandra dan Dagmar ini sebetulnya kakak beradik dan merupakan anak dari King Christian IX of Denmark.

Itu kenapa kalau Queen Victoria dikenal sebagai The Grandmother of Europe alias Neneknya Eropa, Christian IX dikenal sebagai The Father-in-law of Europe alias Mertuanya Eropa. Soalnya selain Dagmar dan Alexandra, ada satu lagi anak dari Christian IX yaitu Thyra yang menikah dengan pewaris tahta Kerajaan Hanover, Ernest Augustus.

Kembali ke topik, George V sebetulnya berusaha keras menyelamatkan Nicholas II. Meski diam di parlemen, ada rumor bahwa George V melakukan banyak lobi. Parlemen Britania Raya sendiri bermaksud menyelamatkan Nicholas II. Di penawaran suaka pertama, Nicholas II malah menolak. Nicholas II percaya kalau kondisi Rusia akan membaik seiring berjalannya waktu, soalnya memang meski ada Bolshevisme, masih ada White Russians atau Loyalis yang mendukung Nicholas II.

Ketika kondisi revolusi semakin menguntungkan kaum Bolshevik, Parlemen Britania Raya sempat membuat wacana untuk menyelamatkan Nicholas II lagi. Tapi wacana ini dibatalkan.

Pembatalan wacana ini adalah karena gerakan Bolshevisme juga sedang populer di Britania Raya. Muncul banyak sekali kaum sosialis, dan ditambah dengan penderitaan Britania Raya akibat harus ikut dalam perang yang diakibatkan oleh Austria-Hungaria, Serbia, dan Rusia (Perang Dunia I), banyak yang tidak setuju dengan hembusan rumor kalau Britania Raya akan menawarkan suaka lagi pada Nicholas II.

Putri-putri Nicholas II dalam penahanan oleh kaum Bolshevik di Yekaterinburg, Rusia.

Jadi jawaban panjang di atas adalah untuk menjawab pertanyaan dalam konteks waktu yang luas. Tapi kalau yang dimaksud penanya adalah mengapa tidak ada yang menyelamatkan Nicholas II beberapa hari atau jam sebelum dieksekusi, jawabannya adalah karena tidak mungkin.

Politbiro Soviet sama sekali tidak punya kerugian yang harus mereka derita kalau Nicholas II sampai dimusnahkan. Bagaimanapun wilayah mereka saat itu besar dan mereka termasuk negara yang mengontrol sumber daya yang begitu banyak. Pemerintah seluruh dunia tidak punya bargaining chip yang cukup, ataupun suatu kepentingan untuk menyelamatkan Nicholas II.

Perlu diingat bahwa sekutu Rusia, yaitu Prancis dan Britania Raya mendambakan demokrasi. Nicholas II jelas bukan fans berat demokrasi. Demokrasi Rusia sangat didikte oleh St. Petersburg.

Negara lain yang punya cukup kekuatan hanya AS dan Italia. Keduanya juga tidak punya urgensi dan hubungan apapun dengan Nicholas II. Sementara di timur, Rusia malah cenderung dimusuhi oleh Qing, Jepang, dan juga negara-negara Asia Tengah yang cenderung menganggap Rusia sebagai penjajah.

Ditambah lagi rakyat domestik tidak begitu suka, atau bahkan sangat benci dengan keluarga kerajaan. Mereka dikenal sebagai monarki yang boros dan tidak mempedulikan rakyat. Lokasi penahanan Nicholas II beserta keluarga juga konon tertutup dan dijaga ketat. Jadi buat saya, tidak mungkin ada yang menyelamatkan mereka. Seharusnya mereka kabur selagi mereka bisa sambil membawa perhiasan-perhiasan mereka.

SENJATA YANG BERPERAN BESAR DALAM KEMENANGAN SEKUTU DI PERANG DUNIA 2

 

Memang tidak terlihat mengesankan, tetapi benda yang terdiri dari 40 pound logam dan kaca ini memegang peranan besar dalam kemenangan sekutu di Perang Dunia II.

Dikenal dengan nama Norden Bombsight, terkenal karena kemampuannya untuk membidik dan menjatuhkan bom sebesar tong acar dari ketinggian 20,000 kaki (kurang lebih 6000 meter).

Kenyataannya, akurasi yang dimilikinya hanya sekitar 75 kaki, yang memang tidak terdengar luar biasa, tetapi merupakan game changer pada masanya.

Kru pengebom diperintahkan untuk melindungi alat pembidik ini dengan nyawa mereka. Pembidik ini dipasangi granat thermite (pembakar) yang dapat digunakan oleh para kru untuk menghancurkannya—jika diperlukan.

Sebelumnya, sebuah jenis pesawat pengebom diperlengkapi dengan alat pengapung di sayapnya, agar para kru selamat ketika pesawat jatuh ke air. Namun, ketika Perang Pasifik dimulai, alat pengapung itu dihilangkan, sehingga pesawat akan tenggelam bersama dengan alat pembidik bom yang ada di dalamnya. Mereka merasa bahwa menjaga alat tersebut agar tidak jatuh ke tangan musuh adalah yang terpenting. Desain dari alat tersebut dulunya memang menjadi salah satu rahasia Amerika yang paling dijaga.

Pembidik ini juga alasan kenapa dulu pembom Amerika begitu ditakuti. Akurasi, kehancuran, dan jumlah kematian yang ditimbulkan dari satu pembom pun sangat luar biasa.

Ini adalah foto dari Enola Gay, pesawat yang digunakan untuk menjatuhkan bom atom di Jepang. Benda yang dipegang oleh pilot tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah Norden Bombsight

Pembidik bom ini memang salah satu senjata terbaik yang dimiliki US pada saat itu.

MENGAPA CLEOPATRA MENJADI WANITA YANG SANGAT DIIDAMKAN

 Dia adalah seorang wanita yang tahu cara memainkan kartunya dengan benar. Lebih dari orang biasa pada umumnya, Cleopatra adalah salah satu yang cerdas. Apakah dia cantik banget, cantiknya selevel model Victoria's Secret Angel? Ga juga. Tapi dia sangat cerdas, memikat, punya gaya busana yang bagus dan tahu gimana caranya memikat pria mana pun yang dia temui. Seperti bunglon, dia bisa beradaptasi dengan lingkungannya dan membuat citra dirinya terlihat feminin dan menggoda.

Saat menggoda Julius Caesar, Cleopatra menggunakan akalnya sebagaimana anak muda puber kebanyakan (berdandan) sehingga membuat dia tampak menarik. Dia tidak cantik, hidungnya rada besar untuk wajahnya, tapi dia masih muda, tubuhnya ramping dan berpakaian bagus.

Cleopatra juga seorang bangsawan. Dan bukan, bukan sembarang bangsawan — dia adalah keturunan Firaun Mesir kuno, serta Ptolemy I… Ptolemy merupakan salah satu jenderal terbaik Alexander the Great dan sekutu paling setia, yang menikah dengan bangsawan Mesir dan memulai dinasti terakhirnya.

Sekarang jika ada SATU hal yang harus kamu ketahui tentang hari-hari di masa Cleopatra, yaitu pada masa tersebut Alexander ibaratnya udah kayak dewa di antara manusia. Warisannya abadi, tidak bisa dipecahkan, sangat kuat. Banyak anak laki-laki kecil pada masa itu jika tumbuh besar nanti berharap bisa menjadi seperti Alexander, kalau anak laki-laki jaman sekarang mungkin banyak yang mimpinya pengen jadi Superman.

Tetapi Alexander meninggal tanpa keturunan yang sah, dinastinya mati bersamanya. Keturunan Ptolemy di Mesir adalah orang Romawi yang hidup paling dekat/berkerabat dengan Alexander. Cleopatra tahu ini. Dan Caesar sendiri pasti mengetahuinya juga — dia sendiri sangat menyadari kekuatan garis keturunan, dan selalu membanggakan dirinya sebagai keturunan Dewa sendiri.

Jadi Cleopatra memamerkan penampilannya, tubuhnya, terbungkus dengan pakaian terbaik, dan membumbui gaya bicaranya dengan kata-kata paling jenaka/sarkas dan licik ... sambil mengetahui bahwa setiap kata dan gerakannya dibuat jauh lebih mudah diingat dengan fakta bahwa statusnya berdasarkan astronomi, jauh lebih mulia daripada orang Romawi mana pun saat itu ...

Yang Cleopatra miliki adalah bangsa kaya, negara kuno, yang kaya akan sumber daya dan budaya seperti halnya dalam sejarah, emas, dan hasil bumi. Ini tentu saja tidak membantu banyak karena Romawi bisa saja mengambil semuanya dari Cleopatra tanpa dia tetap dalam posisi berkuasa. Itulah daya tarik pribadinya, bagaimanapun, yang membuatnya tetap berada di tempatnya.

Di atas segalanya, Cleopatra adalah seorang Ratu. Firaun Mesir. Dan pria mana yang tidak akan mencubit dirinya sendiri untuk memeriksa apakah dia tidak sedang bermimpi, ketika mereka mendapati dirinya berkeliaran di seprai sutra dengan seorang Dewi yang hidup, penguasa dinasti kuno dengan sejarah yang begitu megah sehingga membuat Roma terlihat tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan ?

Thursday, November 3, 2022

   St Bartholomew’s day massacre.

Un matin devant la porte du Louvre karya Edouard Debat-Ponsan yang menggambarkan ratu Catherine Medici sedang menyaksikan mayat-mayat kaum Protestan yang bergelimpangan di depan gerbang istana Louvre.

Peristiwa ini merupakan bagian dari tragedi dalam sejarah Eropa karena ribuan orang Prancis dibunuh karena perpecahan agama. Peristiwa tersebut adalah hasil dari krisis politik dan agama yang dihadapi kerajaan Prancis selama 10 tahun yang menghadapkan bangsawan beragama Katolik dan bangsawan Protestan. Berawal pada malam tanggal 24 Agustus 1572 di Paris, pembunuhan kaum Protestan berlangsung selama beberapa hari di kota besar Prancis, hingga berminggu-minggu di kota yang lebih kecil. Beberapa pihak menuduh langsung mereka yang bertahta saat itu, yaitu Catherine of Medici dan putranya Charles IX sebagai oknum yang memberikan perintah untuk membunuh. Menurut perkiraan antara 15.000 - 30.000 orang Protestan terbunuh di Prancis saat peristiwa itu.

Catherine Medici

Dasar konflik perang agama tersebut adalah keinginan pihak Katolik untuk melarang perkembangan agama Protestan yang semakin berkembang di Prancis. Pemegang tahta yang beragama Katolik khawatir para bangsawan yang beralih agama menjadi protestan semakin kuat pengaruh politiknya sehingga bisa melakukan kudeta. Dan pembunuhan bangsawan Protestan yang paling berpengaruh dan juga penasehat raja (Coligny) berikut beberapa bangsawan protestan menjadi awal dari perang agama ke-4 di Prancis.

Peristiwa ini dimulai dengan resepsi pernikahan adik raja yakni Marguerite de Valois (Katolik) dengan Henri IV (Protestan) yang di masa depan akan menjadi raja Prancis. Para bangsawan yang datang ke pesta pernikahan tersebut baik dari pihak Katolik dan Protestan merasa resah karena adanya berita bahwa Prancis mempunyai rencana menyerang Spanyol. Rencana ini merupakan gagasan dari Coligny. Sebenarnya baik pihak Charles IX maupun Catherine of Medici keduanya sama sekali tidak ingin berperang melawan Spanyol.

Charles IX

4 hari setelah pesta pernikahan berlangsung, Coligny dibunuh lalu diikuti oleh pembunuhan bangsawan Protestan berikut rakyat jelatanya. Mayat Coligny, setelah dibunuh dilemparkan lewat jendela lalu dipenggal, dikebiri dan ususnya terburai. Setelah itu anak-anak menyeret mayatnya untuk digantung dengan bagian kaki di atas.

Gaspard II de Coligny

Di Paris masyarakat membunuh antara 2000 - 4000 orang atas dasar fanatisme agama atau untuk membela raja. Meskipun beberapa saat setelah mengetahui kejadian ini Charles IX memerintahkan untuk menghentikan pembunuhan terhadap para Protestan, namun perintahnya tidak dituruti. Di Spanyol, raja Philipe II bersuka ria merayakan peristiwa ini karena rencana Coligny menyerang Spanyol batal. Bahkan Paus Gregory XIII di Vatikan mengadakan misa spesial untuk untuk menyatakan terimakasih pada Tuhan.

Massacre de Saint Barthélemy, karya François Dubois, pelukis protestan yang berhasil meloloskan diri dari peristiwa tragis tersebut. Dalam lukisan di atas kita bisa melihat betapa kejinya umat manusia yang mampu membunuh bayi, ibu hamil dan orang tua. Anak-anak belia juga terlibat dalam kekerasan yang sangat luar biasa. Dubois juga menggambarkan episode penjarahan di mana rakyat jelata yang umumnya beragama Katolik menyerbu kediaman kaum Protestan yang pada umumnya adalah orang-orang kaya yang memiliki tingkat sosial-budaya di atas rata-rata populasi. Mayat-mayat dilemparkan ke sungai Seine sementara sisanya dihancurkan di luar kota.

DAMPAK BURUK TIDUR DENGAN KONDISI LAMPU MASIH MENYALA

   Terkadang kita lupa untuk mematikan lampu kamar saat tidur, atau bahkan kita memang menyukai untuk tidur dengan lampu menyala. Tapi sudah taukah bahwasanya hal tersebut punya dampak buruk yang riskan bagi kesehatan kita.

Pencahayaan ruangan moderat yang digunakan dalam kamar kita ternyata memiliki efek merugikan terlebih jika tetap dinyalakan sewaktu kita tidur. Hal ini telah dipaparkan dalam studi terbaru di Northwestern Medicine pencahayaan ambient dan moderat yang digunakan selama tidur di malam hari dapat membahayakan fungsi kardiovaskular dan juga glukosa. Akibatnya dapat mengakibatkan faktor resiko jantung, diabetes, dan obesitas. Studi ini dipublikasikan di PNAS tanggal 14 Maret 2022 yang berjudul “Light exposure during sleep impairs cardiometabolic function”.

Selanjutnya Dr. Phyllis Zee salah seorang penulis studi senior berujar untuk meminimalisir paparan cahaya ketika kita tidur di malam hari. Terdapat bukti yang menunjukkan paparan cahaya siang hari dapat meningkatkan detak jantung dengan aktivitas sistem saraf simpatik. Artinya paparan cahaya yang kita terima dapat meningkatkan kinerja jantung menjadi lebih keras dan tingkat kewaspadaan menjadi tinggi.

Tidak hanya itu paparan cahaya yang kita paksakan ketika kita tidur juga dapat mengakibatkan resistensi insulin. Yang mana resistensi insulin itu sendiri berarti saat sel-sel di otot, lemak, dan hati kita tidak memberikan respon yang baik dan mengabaikan penggunaan glukosa dari darah untuk energi kita. Akibatnya pankreas membuat lebih banyak insulin, dengan berjalannya waktu hal ini membuat gula darah naik. Berakibat pada diabetes dan obesitas.

Dalam kesempatan yang lain Dr. Zee tidak memungkiri kalau intensitas cahaya di siang hari juga berkontribusi untuk menunjang kesehatan. Tetapi di malam hari intensitas cahaya sedikit saja pun berakibat pada terganggunya kesehatan jantung dan endokrin.

Ada beberapa tips yang bisa digunakan bagi kalian yang mungkin sudah terbiasa atau terdapat faktor lainnya yang membuat kalian tidur dengan lampu menyala :

1. Yang pertama jelas untuk tidak menyalakan lampu sama sekali. Apabila masih enggan untuk tidak memakai lampu semisal untuk alasan keamanan atau takut ada hantu di kolong kamar maka gunakan lampu redup yang diletakkan di dekat lantai.

2. Hindari lampu berwarna putih atau biru, tetapi gunakan lampu berwarna kuning atau oranye hal ini dikarenakan karena warna kuning dan oranye kurang dalam merangsang fungsi otak

3. Menggunakan masker mata untuk tidur dalam keadaan lampu menyala.

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...