Tuesday, November 29, 2022

BUKTI YANG MENYATAKAN KERIS MEMANG DIGUNAKAN UNTUK BERTEMPUR DI MEDAN PERANG

 bukti sejarah pertama ada di kakawin Arjunawiwaha, yang ditulis oleh Empu Kanwa di abad ke 11 Masehi (1019 - 1042) - ini di jaman kerajaan Kahuripan

Pupuh 25 Śārdūlawikrīḍita

baris 6

wyartha ng jantra panah galah kasĕsĕkan tan paprayogâkabĕt

anghing kadga gadângĕnê silih arug ring tomara mwang tuhuk

anyat mānahut angdĕdĕl paḍa silih bandhâlupêng sañjata

akweh māti silih tĕkĕk patĕh ikang patrĕm lawan kris pamök

pupuh ini menggambarkan situasi perang jarak dekat yang brutal

saya terjemahkan secara longgar

"alat-alat perang mereka, panah dan tombak tidak berguna dalam situasi pertempuran yang sangat dekat

hanya pedang dan gada yang masih efektif digunakan, diantara medan perang dimana lainnya saling tusuk dengan tombak

yang lainnya bergulat dengan buas, saling gigit dan melupakan senjata mereka

banyak yang mati karena cekikan (saling mencekik), dimana keris dan keris kecil (patrem) mereka patah sudah"

Jadi dari abad ke 11 sudah sangat jelas Keris dipakai untuk bertempur di medan perang

lanjut

memang ada catatan dari Tome Pires bahwa pria harus memiliki senjata keris dan dalam pengertian siap dimobilisasi untuk perang, tapi mari kita lihat yang JELAS dipakai perang saja

kenalkan, pria besar berbaju merah itu adalah François Tack, dia adalah orang Belanda, perwira VOC yang ikut mendukung Raja Amangkurat II dari Mataram.

Dia akhirnya tewas dalam pertempuran tanggal 8 Februari 1686, dibunuh oleh Untung Suropati

perhatikan gambar diatas, di bawah kaki Tack ada keris2 bengkok rusak, dimana Tack digambarkan berpostur besar, lebih besar dari orang Jawa di kanannya. Untung Suropati berbaju putih membawa keris dan sejarah mengatakan Tack terbunuh oleh Untung Suropati

Bukti kedua yang sangat jelas kalau keris dipakai dalam peperangan

mari kita lanjut ke masa yang lebih dekat, ke era Perang Jawa (perang Diponegoro)
memang Pangeran Diponegoro digambarkan berkeris bahkan para panglimanya juga bawa keris

tapi apa benar dipakai dalam pertempuran ?

Seorang veteran perang tersebut dari sisi Belanda, François Victor Henri Antoine ridder de Stuers (1792-1881), ajudan mayor dan menantu Jendral H.M. de Kock menulis

Patung dada dan kepala François V.H.A. de Stuers (1792-1881) door Alphonse de Stuers 

“The most ubiquitous weapon was the Javanese stabbing dagger (kris). Mounted at the end of a length of thick bamboo, this made a very serviceable pike or lance which could be used to dismount Dutch cavalry before they could reload their carbines (Louw and De Klerck 1894-1909, II:380; pp. 7, 332). De Stuers went on to describe how Javanese peasants could move easily from their agricultural duties to participating in local ambushes of Dutch and Indonesian troops. They did this by keeping their kris blades always at their side, usually secreted in the folds of their short trousers or loin cloths while they worked their fields. During a military action they would prepare themselves as pikemen by mounting this weapon on a bamboo stave. When the ambush was over, they would break the shaft of their weapon, remove the kris blade and melt back into the countryside resuming their previous identities as peaceable peasant cultivators”

Dia menjelaskan bahwa keris dipakai oleh simpatisan Diponegoro untuk menyerang kavaleri Belanda

Inilah bukti ketiga bahwa keris dipakai di medan perang

Mari kita lanjutkan

keterangan foto "CF 1071. Wing Commander B A Boulton and men of 1308 Wing Royal Air Force Regiment inspect native weapons found after searching a Kampong (village) in Java"

Jadi ini RAF membantu menyisir dan mencari senjata yang dipakai oleh pejuang kita dan menemukan … KERIS

saya sendiri memiliki sebuah kisah yang diceritakan oleh cucu seorang pejuang, bahwa Kakeknya (HS) berpartisipasi pada pertempuran lima hari di Semarang (15 Oktober 1945 - 19 Oktober 1945), secara spesifik di medan tempur Lawang Sewu.

Beliau ini dikisahkan cucunya sebagai pribadi yang unik, yang tidak mempercayai senjata api, jadi dia berangkat dari rumah hanya bermodalkan keris.

Dan dari kisah beliau yang berhasil merampas pedang perwira Jepang (type 98 Shin gunto) dengan membunuh pemilik terdahulunya, dimana pedang tersebut sekarang saya rawat, kita bisa menyimpulkan bahwa beliau cukup mahir menggunakan kerisnya dalam medan perang

TOKOH YANG SERING KITA LIHAT NAMUN TIDAK KITA KETAHUI SIAPA SEBENARNYA

 Wanita ini hanya muncul selama 18 detik di setiap film. Jika kalian pernah menonton film garapan Columbia, kalian mungkin pernah melihat wanita ini. Jika kalian adalah seorang penggemar filmnya, saya yakin kalian mengenali wajahnya dengan baik.

Tentu saja, set aslinya tidak sedramatis atau seindah hasil akhirnya. Tapi hal ini menjadi salah satu dari pembukaan berbaik dalam sejarah perfilman.

Tidak diragukan lagi kalau wajah wanita ini akan terus di dilihat secara turun-temurun oleh banyak generasi, bagaimanapun juga, wanita ini adalah the lady of Columbia.

Banyak aktris yang diperkirakan telah membintangi gambar asli dari dewi kebebasan itu, tetapi menurut studio, wanita itu tidak menggambarkan aktris tertentu.

*Terimakasih telah membaca. Ini adalah terjemahan pertama saya, maaf jika masih kurang pas dengan jawaban aslinya.

Monday, November 28, 2022

APAKAH YANG AKAN TERJADI BILA METEOR TIDAK MENGHANTAM BUMI

 Sebenarnya, jawaban dari pertanyaan ini kurang lebih satu tipe dengan pertanyaan, "Jika Wright bersaudara tidak menemukan pesawat terbang, apa yang akan terjadi pada masa sekarang?"

Ada dua versi jawaban. Jawaban pertama adalah yang menyatakan bahwa untuk seterusnya, pesawat tidak pernah ada. Jawaban kedua adalah yang menyatakan bahwa akan ada orang lain yang menemukan pesawat, cepat atau lambat.

Dua-duanya mungkin terjadi, tapi bisa dibilang jawaban kedua lebih mungkin terjadi.

Hal yang sama berlaku untuk pertanyaan ini.

Pada 66 juta tahun silam, batu antariksa selebar sebuah kecamatan menghantam Teluk Meksiko dengan kecepatan 20 kali lipat kecepatan peluru dan melepaskan energi delapan miliar kali lipat kekuatan bom nuklir terbesar yang pernah diuji coba manusia.

Penelitian tahun 2011 mengungkap bahwa kerak Bumi di bagian seberang titik tumbukan meteorit (titik antipode, yang terletak di sekitar Australia) terangkat antara 4 sampai 10 meter.

Tumbukan meteorit tersebut melepaskan ejekta ke seluruh dunia yang terbakar di atmosfer dan membuat suhu udara jadi mirip oven industri. Abu dan debu hasil tumbukan menutupi sinar matahari dan membuat tumbuhan tidak dapat berfotosintesis—otomatis menghancurkan jejaring makanan. Getaran dan tekanan dari tumbukan itu sendiri memicu gempa, megatsunami, dan aktivitas vulkanik yang ekstrem. Hasilnya adalah kepunahan tiga perempat dari seluruh spesies yang ada di Bumi saat itu, termasuk dinosaurus non-avian, pterosaurus, berbagai reptil laut dan invertebrata, serta berbagai spesies tumbuhan berbiji terbuka.

Peristiwa ini kita kenal sebagai Kepunahan Massal K-Pg (Kretaseus-Paleogen) dan merupakan contoh kepunahan massal paling terkenal dari lima kepunahan massal prasejarah.

Banyak yang mengasumsikan bahwa jika meteorit tidak menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, dinosaurus non-avian masih akan terus berjaya, mamalia akan tetap menjadi vertebrata kelas dua, dan akhirnya manusia tidak akan pernah muncul.

Itu ada benarnya, karena dinosaurus telah begitu sukses beradiasi dan mengisi berbagai relung di seluruh dunia sejak 230-an juta tahun silam. Di Era Mesozoikum, dinosaurus literally ada di mana-mana bagaikan gerai es krim berlogo manusia salju dan minimarket berlis biru dan merah.

Kita jelas telah mengetahui dinosaurus-dinosaurus yang mengisi posisi apex predator:

Megaherbivora:

Raksasa yang menspesialisasikan diri berburu sushi:

Pemakan serangga:

Pemakan bangkai:

Dan masih banyak lagi. Perlu dicatat bahwa hanya sebagian kecil fosil dinosaurus yang sudah kita temukan, jadi pasti masih banyak relung yang mereka mainkan yang belum kita tahu (bahkan relung Spinosaurus sebagai raksasa pemakan ikan baru jelas kita ketahui antara tahun 2015 hingga 2022 ini, meski dinosaurusnya sendiri sudah kita identifikasi sejak tahun 1915).

Kepunahan dinosaurus membuat relung-relung ekologis banyak yang kosong, dan mamalia dapat bergerak cepat mengisi posisi yang kosong ini sehingga banyak posisi di atas akhirnya digantikan oleh mamalia hingga kini.

Jadi, apakah dengan tidak adanya Kepunahan Massal K-Pg akan membuat dinosaurus tetap berjaya hingga 66 juta tahun setelahnya?

Bisa iya. Bisa juga tidak.

Jika iya, maka dinosaurus akan terus berdiversifikasi dan berevolusi. Di akhir Periode Kapur, kelompok-kelompok dinosaurus yang dominan adalah pemakan daging besar Tyrannosauridae dan Abelisauridae, dinosaurus serupa burung lainnya dari kelompok Maniraptora, dinosaurus bertanduk Ceratopsida, dinosaurus berparuh bebek Hadrosauria, dinosaurus lapis baja Ankylosauria, dan dinosaurus kepala kubah Pachycephalosauria.

Ada beberapa kelompok dinosaurus di era sebelumnya yang mungkin masih bisa bertahan, seperti dinosaurus leher panjang Sauropoda. Merupakan skenario hipotesis yang menarik seandainya kecerdasan dinosaurus terus berkembang dan tekanan seleksi mengantarkan mereka menuju bentuk yang semakin antropomorfik.

Pada 1981, ada model antropomorfik yang dibuat dari dinosaurus Dromaeosauridae seperti Troodon. Model ini dikritisi karena dianggap terlalu mirip manusia. Terlepas dari rekonstruksi yang sudah outdated, mungkin kurang lebih inilah jadinya jika dinosaurus sampai mengembangkan kecerdasan yang lebih tinggi dibanding kebanyakan primata modern.

Jika kita menarik hipotesis ini sampai ke taraf ekstrem, akan ada suatu spesies dari kelompok dinosaurus (khususnya Maniraptora) yang membuat bangunan, mempelajari paleontologi, dan memelihara dinosaurus dari kelompok lain, sebagaimana manusia menggali fosil kucing gigi pedang dan memelihara kelinci (yang mana manusia, kucing gigi pedang, dan kelinci masih termasuk dalam superordo Preptotheria).

Tapi, bisa juga tidak.

Sebagaimana pesawat niscaya akan ditemukan orang lain bila Wright Bersaudara tidak pernah terpikir untuk membuatnya, niscaya akan ada peristiwa lain yang membuat dinosaurus musnah (entah sebagian atau seluruh kelompoknya) dan akan ada kelompok hewan lain yang menggantikan posisinya.

Kepunahan massal merupakan hal yang biasa terjadi dalam sejarah kehidupan. Faktanya, kepunahan massal sudah terjadi empat kali sebelum 66 juta tahun lalu, di mana dinosaurus sendiri diuntungkan saat kepunahan massal kelima (Trias-Jura) yang menyingkirkan kelompok-kelompok reptil lain selain dinosaurus sehingga dinosaurus itu sendiri mampu merajai daratan.

Ilustrasi keanekaragaman hewan di Akhir Periode Trias. Di gambar ini, lebih banyak reptil yang bukan merupakan dinosaurus dibanding yang dinosaurus.

Di antara 66 juta tahun silam hingga sekarang, masih ada kemungkinan kepunahan massal lain akan terjadi, entah karena vulkanisme ekstrem, pendinginan global, atau bahkan tumbukan meteorit yang lain.

Jika kepunahan massal tersebut memusnahkan sebagian besar anggota kelompok dinosaurus sebagaimana kepunahan K-Pg, dan mamalia beradiasi setelah itu, masih ada peluang primata akan berevolusi dan akhirnya berdiversifikasi hingga menghasilkan spesies cerdas seperti manusia. Masalahnya mungkin hanya kapan.

Jadi, jika meteorit penyebab kepunahan massal 66 juta tahun lalu tidak jatuh, apa yang terjadi? Semua tergantung pada apa yang terjadi setelah itu, dan kondisi kelompok dinosaurus setelah itu. Apakah dinosaurus tetap eksis sebagai kelompok vertebrata darat dominan hingga kini? Mungkin. Apakah dinosaurus tetap dipunahkan sebagian atau seluruhnya oleh kepunahan massal lain? Itu juga mungkin.

ISRAEL PADA PERADABAN KUNO

 Dulunya bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Levant yang menjadi asal orang-orang Phoenicia (Fenisia / Punic). Mereka adalah bangsa yang pandai dalam pelayaran dan pembuatan kapal.

Bersama dengan orang-orang dari suku bangsa Yunani, mereka berdagang dan menguasai jalur pelayaran di laut Mediterania. Jika orang Yunani cenderung menyisir sisi utara laut Mediterania, orang Fenisia cenderung menyusuri sisi selatan. Koloni terbesarnya ada di utara Afrika, sebuah kota bernama Kartago. Ketika akhirnya wilayah leluhurnya di Asia diserap oleh kekuatan-kekuatan besar di Asia, Kartago semakin berkembang dan menjadi negara yang lebih besar daripada wilayah leluhurnya.

atas : rute pelayaran dan wilayah kolonisasi orang-orang Yunani dan Fenisia sekitar 800 SM.

Phoenicia.
Merupakan suku bangsa berbahasa semit yang sudah mendiami Levant sejak tahun 3000 SM, nama Phoenicia adalah penyebutan dari orang-orang Yunani. Penyebutan ini dikenal mulai sekitar tahun 1100 SM, kata "phoines" bermakna ungu yang merupakan warna yang terkenal yang dihasilkan oleh orang-orang Fenisia. Pewarna ungu sangat sulit diproduksi pada masa itu, sehingga warna ungu identik dengan orang-orang kaya, statusnya sama dengan makna yang melekat dengan emas.

Sistem pemerintahan kota-kota yang ditinggali orang Fenisia juga sama seperti polis di Yunani, dimana setiap kota merupakan negara berdaulat. Beberapa kota yang populer seperti Tyre, Sidon dan Byblos, dan sama seperti orang-orang Yunani, setiap warga negara di Levant juga tidak merasa sebagai satu entitas Fenicia. Kota lainnya seperti Arvad, Tarsus, Ugarir dan Katna, sama seperti Tyre, Sidon dan Bylos saling bersaing antara satu dengan lainnya.

Perkembangan Phoenicia.
Karena persaingan antar sesama kota, mereka sangat mudah jatuh kedalam penguasaan kerajaan lain yang lebih besar di Asia. Pada akhir 2000 SM sebagian besar dari mereka berada dalam pengaruh Amorite, lalu pada 1800 SM mereka berada dibawah pengaruh Hyksos. Meskipun mereka sempat merdeka dari pengaruh Hyksos sekitar tahun 1600 SM hingga 1500 SM, kerajaan kuno Mesir yang tengah agresif mengembangkan wilayah akhirnya menguasai kota-kota di Levant sekitar 1450 SM. Meskipun berkali kali berada dalam pengaruh kerajaan dan kebudayaan lainnya, tidak mempengaruhi kemampuan berdagang dan berlayar orang-orang Fenisia.

Teknologi pelayaran dan navigasi.
Tidak hanya mampu menghasilkan material dari sumber daya alamnya, keberhasilan orang-orang Fenisia dari sisi komersial juga ditunjang kemampuan mereka dalam pelayaran. Awalnya mereka mengembangkan kapal yang disebut Gauloi. Kapal ini kecil, memiliki lambung yang pendek dan ditenagai hanya oleh satu baris pendayung, tidak ada kemudi sehingga hanya mengandalkan pendayung dan layar untuk mengarahkan jalur kapal. Barang-barang dagangan diletakkan diatas dek dan dalam lambung sedangkan angkutan kayunya ditarik dibelakang.

Sekitar tahun 1000 SM mereka kemudian mengembangkan kapal lain yang sudah dilengkapi dengan kemudi yang meningkatkan manuver kapal sementara penambahan rangka memberikan tambahan stabilitas. Selain teknologi perkapalan mereka juga mengembangkan kemampuan navigasi, pada zaman kuno berdagang melalui pelayaran seperti berjudi. Untung yang tinggi diiringi resiko yang tinggi pula, kehilangan kapal dagang di laut karena karam berarti kehilangan seluruh modal dan investasi. Mereka mulai mengembangkan teknik yang menggunakan bintang-bintang sebagai petunjuk arah. Kemampuan ini mengarahkan mereka berlayar hingga ke ujung barat dari laut Mediterania di selat Gibraltar hingga sejauh Cromwell di pulau Britania, memberikan status legendaris pada pelaut-pelaut Fenisia.

Kemunduran.
Pada 868 SM komunitas orang-orang Fenisia di Levant membayar upeti kepada raja Assyria, Ashurbanipal II untuk mempertahankan kedaulatan negaranya, meskipun pada akhirnya raja Ashurbanipal menundukkan mereka. Keruntuhan kerajaan Assyria akibat kebangkitan Babylonia membuat kekuasaan atas wilayah-wilayah Fenisia di Levant berpindah pada 685 SM hingga 636 SM melalui serangkaian pertempuran dan konflik.

Hingga akhirnya pada 574 SM mereka sepenuhnya menyerah pada raja Nebuchadnezzar II setelah berperang selama 13 tahun. Kemudian pada akhir abad ke-6 Sebelum Masehi, kerajaan Persia semakin berkembang dan akhirnya Babylonia menjadi bagian dari kekaisaran Persia dibawah dinasti Achaemenid.

Kota-kota di Levant yang menjadi bagian dari kekaisaran Persia ini juga terlibat dalam invasi ke Yunani dalam Pertempuran Salamis pada 480 SM. Peristiwa yang menandai kemunduran kebudayaan Fenisia dimulai ketika kota Tyre dihancurkan oleh Alexander III dari Makedonia, lalu kebudayaan Yunani mulai menyebar di wilayah Asia dan Levant. Kebangkitan Romawi semakin memperburuk eksistensi kebudayaan Fenisia, baik di barat maupun tanah asalnya di Levant.

Terima kasih telah membaca.
Semoga hari anda penuh berkah.

PROFESI ANEH PADA JAMAN MESIR KUNO

 

Di Mesir kuno ada tugas suci, yaitu memastikan kesehatan firaun.

Dan jika Firaun pernah merasa bahwa dia telah makan terlalu banyak atau memiliki masalah usus, dia hanya perlu memanggil penjaga anusnya.

"Ahli proktologi" ini menangani semua masalah yang berkaitan dengan wasir di satu sisi, dan di sisi lain

Di sisi lain, tugasnya adalah mengosongkan isi perut Firaun ketika dia telah menelan lebih banyak makanan daripada yang dapat dia konsumsi untuk memperlancar pencernaan.

Penjaga anus suci kemudian memasukkan kanula emas ke dalamnya dan meniupkan air panas melalui kanula ke gerbang belakang dewa.

Tidak hanya firaun yang menggunakan teknik ini.

Juga telah dibuktikan bahwa banyak orang di Mesir kuno melakukan hal yang sama. Hanya saja, alih-alih kanula emas, mereka menggunakan batang berlubang untuk memompa air ke usus mereka.

Sunday, November 27, 2022

TANTRA BHAIRAWA DAN PANCHA TATTVA

 TANTRA BHAIRAWA

Tantra Bhairawa adalah sekte rahasia dari sinkretisme antara agama Budha aliran Mahayana dengan agama Hindu aliran Çiwa. Sekte ini muncul kurang lebih pada abad ke-6 M di Benggala sebelah timur. Dari sini kemudian tersebar ke utara melalui Tibet, Mongolia, masuk ke Cina dan Jepang. Sementara itu cabang yang lain tersebar ke arah timur memasuki daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pengikut sekte Bhairawa Tantra berusaha mencapai kebebasan dan pencerahan (moksa) dengan cara yang sesingkat-singkatnya. Ciri-ciri mereka adalah anti asketisme dan anti berpikir. Menurut mereka, pencerahan bisa diraih melalui sebuah kejenuhan total terhadap kenikmatan duniawi. Tujuan secara penuh memanjakan kenikmatan hidup dengan tanpa mengenal kekangan moral ini puncaknya adalah untuk melenyapkan segala hasrat terhadap semua kenikmatan itu. Dengan memenuhi segala hasratnya, seorang pengikut sekte ini akhirnya tidak merasakan apa pun selain rasa jijik terhadap kenikmatan tersebut.

Oleh karena itu, pengikut sekte ini justru melakukan ritual-ritual tertentu yang bagi selain mereka dianggap sebagai larangan. Hal ini sebagai usaha agar manusia bisa secepatnya meniadakan dirinya sendiri dan mempersatukan dirinya dengan Dewanya yang tertinggi. Ritual mereka bersifat rahasia dan sangat mengerikan, yaitu menjalankan Pancamakarapuja ataumalima (lima Ma) dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Lima Ma tersebut adalah matsya (ikan), mamsa (daging), madya (minuman), madra (tarian hingga mencapai ekstase), dan maithuna (upacara seksual).

Praktek malima adalah menyembelih perawan  sebagai persembahan kepada dewa, kemudian meminum darahnya bersama, tertawa-tawa, dan menari-nari dengan diiringi oleh bunyi-bunyian dari tulang-tulang manusia yang dipukul-pukul hingga menimbulkan suara gaduh. Ritual dilanjutkan dengan makan dan minum bersama. Setelah itu dalam acara yang dilakukan di lapangan yang disebut ksetra, para peserta ritual melakukan persetubuhan massal, yang kemudian diikuti dengan semedi.

Tantra Bhairawa merupakan bagian dari peradaban Jawa kuno. Banyak raja mengikuti sekte ini.


PANCHA TATTVA

Pancha Tattva bersifat amat esensial dalam memuja Sakti. Pancha
Tattva terdiri dari anggur (Madya), daging (Mamsa), ikan (Matsya), biji-bijian yang
telah dipanggang (Mudra) dan hubungan seksual (Maithuna). Karena mereka
diawali dengan huruf M, maka mereka seringkali secara vulgar disebut: Pancha-ma-kara
atau Lima M.

Pancha Tattva mewakili minum, makan dan pertumbuhan. Pancha Tattva,
persembahyangan dengan menggunakan lima elemen guna menghapuskan dosa-
dosa besar, Maha-pataka-nasanam.
Pancha Tattva tidak selalu menyandang arti literal/harfiah-nya.
Maknanya berbeda sejalan dengan sifat Sadhana, sesuai dengan sifat-sifat
Tamasik (Pasu), Rajasik (Vira) atau Sattvik (Divya).

Madya, atau yang sering diterjemahkan sebagai anggur, bisa jadi
minuman beralkohol – anggur; atau ia bisa juga berupa air kelapa yang sama-
sama mewakili makna kemabukan/tergila-gila pada Tuhan atau mabuk pada
pengetahuan Brahman. Anggur adalah sebuah simbol untuk mengingatkan pada Yang
Maha Tinggi, Kebahagiaan Abadi menurut ajaran Yoga, atau Atmajñana.

PELATIH TERSUKSES TIMNAS SPANYOL


Timnas Spanyol tentu tidak lepas dengan sosok kakek tua bernama, Mbah Del Bosque. Dia merupakan salah satu pelatih tersukses dalam catatan sejarah Spanyol.

Pria tangan dingin ini, berhasil membawa Spanyol jadi juara dunia dan juara Eropa pada masanya.

Dari piala dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan ini, saya mengenal gaya bermain tiki-taka. Lewat beberapa pemain kuncinya, seperti Iniesta dan Xavi, lini tengah Spanyol sangat indah dinikmati.

Namun, sesuai dengan filosofi bola, yakni bola itu bundar. Sepakbola modern kini berkembang. Gaya bermain tiki-taka perlahan dibongkar dengan strategi pelatih.

Saat itu, di pagelaran piala dunia 2014 di Brazil. Spanyol yang dijagokan sebagai pemenang dengan gaya bermain tiki-takanya. Justru terhempas di fase grup melawan Belanda.

Tak tanggung-tanggung, lawan Spanyol di final piala dunia 2010 ini, berhasil memalukan El-Matador dengan skor 5–1. Berhasil mencuri gol lewat tendangan pinalti Xabi Alonso setelah Diego Costa dilanggar di kotak terlarang.

Tak membuat jalannya pertandingan Spanyol berjalan mulus. Sundulan terbang dari Robin Van Persie membuka pesta gol Belanda.

Dari sinilah, kiprah timnas Spanyol mulai menurun. Gaya bermain tiki-taka mulai tidak kondusif. Pengendali kunci permainan timnas Spanyol juga memasuki usia senja.

Sehingga nama-nama seperti: Xabi, Xavi, Iniesta. Juga gantung sepatu di tingkat timnas. Sebagai penggemar timnas Spanyol, saya sempat meragukan kiprah Luis Enrique melatih Spanyol.

Sejak pemanggilan pemain, tanpa melibatkan nama dari Real Madrid. Hal ini membuat geram dari fans El-Real. Memang, dari beberapa dekade terakhir timnas Spanyol tidak bisa lepas dari pemain yang membela Real Madrid dan Barca.

Luis Enrique berhasil membuat ukiran sejarah tanpa melibatkan pemain Real Madrid satu pun. Namun, kegeraman saya, justru dibayar mahal oleh Enrique.

Spanyol yang terseok-seok di fase grup piala euro 2020. Berhasil keluar sebagai lulusan terbaik euro 2020 setelah melakukan usaha yang begitu luar biasa.

Nama-nama asing bagi saya, seperti: Dani Olmo, Ferran Torres, Pau Torres dsb. Membuat catatan apik.

Langkah Spanyol terhenti di babak semifinal setelah dijegal oleh Italia. Spanyol mengubur mimpi untuk kembali bernostalgia masuk di final euro.

Terlepas dari siapapun yang melatih, saya tidak menginginkan Spanyol kembali menggunakan tiki-taka, baik diperbarui dengan konsep modern atau apapun itu.

Bola itu bundar, segala kemungkinan bisa terjadi. Tiki-taka cukup menjadi romantisme masa lalu yang kelak diceritakan anak atau cucu kita sebagai dongeng sebelum tidur.

Inovasi Permainan Kasino Satuslots: Apa yang Akan Datang di Masa Depan?

  Industri perjudian kasino   mahjong  terus bergerak maju dengan cepat, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan konsumen   mahj...